Terinspirasi oleh sulitnya hubungan komunikasi dari tempat berlibur di kepulauan Bahama, Robert Galvin, CEO Motorola, memulai proyek Iridium, telepon satelit yang bisa menjangkau seluruh wilayah dunia. Proyek dengan riset tahunan dan biaya yang sangat besar. Galvin merasa ini adalah lompatan besar Motorola dan akan jadi sukses besar. Namun sayang Motorola tidak memperhitungkan teknologi selular yang berkembang di tahun 1996 dan mulai merambah ke seluruh dunia. Dengan ukurannya yang sebesar batu bata dan biaya yang mahal, yaitu $3-$7 per menit, membuatnya tak bisa bersaing dengan telepon selular lain.
Disini jelas bahwa Motorola tidak menggunakan data-data empiris yang mendukung dilakukannya riset dan produksi produk.

Hal lain yang menjadi catatan Collins adalah budaya pengingkaran. Maksudnya, dimana organisasi mulai mengingkari kesalahan-kesalahannya tetapi menyalahkan faktor eksternal, terlalu lama melakukan reorganisasi dan mengedepankan status dan kebanggaan pada jabatan sehingga menghalangi organisasi dari melakukan perbaikan terus menerus.

Advertisements