Implikasi

Agar collaborative consumption bisa berhasil dengan baik, penulis mengetengahkan beberapa langkah dasar sebagai berikut:

1. Collaborative Design
Layaknya sebuah karya seni ataupun ciptaan apapun, maka diperlukan desain yang baik. Agar bisa diterima oleh suatu kelompok maka desain haruslah merupakan perpaduan seimbang antara kebutuhan konsumen dan kepentingan bersama dari kelompok.
Dalam era network seperti saat ini, desain dituntut tidak hanya untuk dibuat tapi juga dipikirkan, atau dari Design Creation menjadi Design Thinking, yaitu menciptakan sesuatu yang bisa digunakan terhadap berbagai produk untuk memecahkan masalah-masalah besar dengan menggunakan sistem & pengalaman. Dengan demikian desainer tidak bisa hanya memikirkan untuk mendesain bendanya tapi juga memikirkan pengalaman apa yang didapat orang dari benda tersebut.

2. Sistem yang Pertama
Setelah kita melakukan Design Thinking, selanjutnya pikirkanlah sistemnya, maksudnya bagaimana hal yang kita pikirkan desainnya tadi untuk bekerja dengan baik di komunitas atau untuk orang-orang. Sebagai contoh BIXI, memikirkan bagaimana orang-orang akan mau dan merasakan bagiamana pengalaman menyewa sepeda dari BIXI, bagaimana tempat persewaan bisa mudah tersedia di seantero kota, bagaimana sepeda yang disewa tidak dirusak atau dicuri dan lain sebagainya.
Desainer yang baik akan memikirkan bagaimana memberikan value terhadap apa yang diciptakannya sehingga orang-orang bisa merasakan adanya pengalaman yang berbeda dari hanya memiliki sesuatu benda atau jasa.

3. Satu untuk Seterusnya
Faktor kunci lainnya adalah ke-umur panjangan dari suatu desain dan sistem. Desainer harus menciptakan sesuatu yang bisa terus berlaku dan tidak mudah usang atau kadaluwarsa.

Advertisements