Dibanding buku Malcolm Gladwell, Godin menurut saya lebih to the point, buku yang ditulis gak banyak lanturan atau data2 yang dibolak-balik. Paparannya juga lebih nyaman dibaca dibanding Gladwell.

Linchpin pada intinya bertutur mengenai, seperti sub judulnya di atas, bertanya “Apakah kita tak tergantikan?” . Fokusnya memang kepada dunia professionalitas, entah dia sebagai karyawan, pengusaha atau apapun.

Di awal bukunya setidaknya ada 5 hal yang ditanyakan Godin dan diulasnya untuk menantang pola berpikir kita selama ini tentang diri kita sendiri. Pertanyaan-pertanyaan tersebut bersama jawabannya yang akan menentukan bagaimana sikap kita untuk dapat menjadi Linchpin.

Pertanyaan pertama ; “Kapan kita merasa diri kita jenius?”. Disebutkan bahwa, Einstein pun sering lupa jalan pulang, padahal dia dikenal sebagai orang jenius. Jadi, tidak ada orang yang selalu jenius, oleh karena itu, kenapa kita tidak berpikir bahwa kita juga jenius dengan keadaan kita sendiri. “Setiap orang adalah juga jenius”.

Pertanyaan kedua: “Apakah kita pernah menyadari keunikan diri kita sendiri?”. Di suatu saat Picasso pernah ditanya oleh seseorang mengenai lukisan yang dibuatnya, apakah itu lukisan gaya “real”? Picasso hanya menjawab, ya ini gaya saya melukis dengan gaya “real”. Seperti diketahui bahwa lukisan gaya “real” adalah lukisan yang sesuai dengan objek aslinya, namun Picasso lukisannya sangat unik. Moralnya adalah bahwa setiap orang memiliki keunikan masing-masing dan bisa melakukan yang terbaik.

Pertanyaan ketiga: “Kapan terakhir kali kita menjadi diri kita sendiri?”. Terkadang kita suka menjadi atau mengimitasi orang lain untuk sukses. Sadarkah kita bahwa perusahaan mempekerjakan kita adalah karena pribadi & karakter kita yang cocok degan perusahaan?

Pertanyaan keempat: “Apa pendapat kita jika melihat sesuatu yang kurang sesuai dengan yang kita inginkan atau buruk?”. Jika kita menjawab itu sebagai “Tantangan” dan “Kesempatan”, maka bibit Linchpin sudah ada dalam diri kita.

Pertanyaan kelima: “Pernahkan kita tidak mematuhi aturan perusahaan kita?”. Mungkin maksudnya bukan aturan2 perusahaan yang ada hubungannya dengan sesuatu yang negatif. Disini lebih dimaksudkan pada prosedur-prosedur yang membelenggu.

Godin dalam bukunya menamai pihak-pihak yang menghambat dengan sebutan “Cogs”, mereka itu adalah para birokrat dan para pekerja dengan tipe “TGIF” alias “Thank God It’s Friday”, yaitu para pekerja yang hanya menantikan hari Jumat segera datang kembali.

The Law of Mechanical Turk

Adalah Kempelen, seorang terpelajar dari Hungaria, yang memperkenalkan ilusi catur otomatis bernama Turk. Kempelen mendeklamirkan the Turk sebagai catur otomatis/mesin dan sudah didemontrasikan dalam tournya ke beberapa negara Eropa. Namun ternyata the Turk bukanlah mesin, namun hanya boneka orang Turki yang dikendalikan oleh manusia di bawah meja. Lengkapnya dapat dilihat dalam link berikut: http://en.wikipedia.org/wiki/The_Turk

Walaupun tindakan Kempelen dianggap menipu, namun dapat menjadi contoh positif, bagaimana dia bisa menggerakkan orang lain untuk melakukan hal-hal yang menjadi tujuannya, tanpa harus dia sendiri terlalu bersusah payah. Itulah yang dimaksud dengan “The Law of Mechanical Turk”.

Contoh yang diberikan oleh Godin adalah, bagaimana Wikipedia bisa memberikan banyak informasi yang bukan dibuat oleh pemilik website-nya, tetapi oleh orang-orang lain yang bahkan dengan sukarela mau memberikan dan meng-edit informasi ke dalam Wikipedia. Dibandingkan dengan Encyclopedia Britanica yang dibuat sendiri dengan modal & sumber daya sendiri, maka Wikipedia bahkan telah menjadi pesaing dan pemenang dari Encyclopedia Britanica.

Remarkable Teaching

Godin menyebutkan bahwa pendidikan di sekolah hanya mengajarkan orang untuk patuh, namun tidak menjadi kreatif. Godin mencontohkan beberapa orang hebat dunia yang bahkan tidak lulus/drop out dari sekolah, seperti Bill Gates, Michael Dell, Sir Richard Branson & Steve Jobs. They don’t get the teaching from school, they do the autodidact. Drop out Billionaires.

Karakteristik Linchpin

Menurut Godin, seorang Linchpin adalah artis, yaitu seorang yang berani, memiliki wawasan, kreatifitas, kenekatan dan menantang status quo.

Seorang Linchpin juga tidak mau hanya “cari aman” saja, karena hanya tipikal “Otak Kadal” yang mau “cari aman”. Otak Kadal hanya merespon rasa lapar dan keamanan. Untuk seekor kadal, status keamanan dalam suku adalah penting.

Seorang Linchpin juga tidak pernah hitung-hitungan dalam memberikan yang terbaik dari dirinya, karena buatnya balasan dari apa yang diberinya tidak melulu intrinsik dan bernilai ekonomi.

Seorang Linchpin selalu bisa mengidentifikasi apa yang harus dilakukannya kemudian. Ibaratnya jika tidak ada peta yang disediakan, maka dia akan membuat petanya sendiri.

Seorang Linchpin selalu mencintai apa yang dikerjakannya dan mengerjakan segala sesuatunya dengan cinta.

7 kemampuan yang dimiliki seorang Linchpin adalah:

1. Menyediakan sarana/interface yang unik untuk anggota dari organisasi

2. Menggiring kepada kreatifitas yang unik

3. Membidani keadaan atau organisasi yang kompleks

4. Mendahulukan kepuasan pelanggan dan membawanya kembali atau bahkan membawa pelanggan2 baru

5. Menginspirasi staff

6. Memiliki pengetahuan pada bidangnya yang baik

7. Memiliki bakat yang unik

Reader’s Opinion

Menurut saya, buku Linchin sangat ditujukan kepada individu untuk menjadi Linchpin, namun kurang memberikan unsur organisasi atau pemimpin di dalamnya. Maksudnya adalah, jika kita menjadi pemimpin, adalah tugas kita mencetak Linchpin2 yang akan menjadi regenerasi, namun pada titik tertentu, sebagai organisasi, Linchpin akan sangat membahayakan apabila tidak ada Linchpin2 lainnya yang siap menggantikan. Jadi soal regenerasi Linchpin tidak dibahas di dalam buku ini, oleh karena itu saya mengasumsikan buku ini memang ditujukan kepada individu saja.

Rating ( 1 = sangat buruk , 5 = sangat bagus)

Isi: 3.5

Desain cover: 3

Ukuran buku: 4

Reader friendly: 4

Advertisements