Grameen Bank adalah sebuah karya fenomenal di dunia ini, dimana Muhammad Yunus sebagai pencetus benar-benar fokus dengan sepenuh pikiran & tenaga untuk mewujudkan kemandirian & kesejahteraan bagi saudara sebangsanya di Bangladesh. Lebih dari 10 tahun Yunus berjuang mewujudkan Grameen Bank, dari medio 1972 hingga 1982. Upaya meyakinkan warga, pemerintah & bank sentral sungguh luar biasa gigih & berpendirian.
Yunus lahir & dibesarkan di Jl. Boxirhat No. 20, Chittagong, kota pelabuhan di Bangladesh. Cerita mengalir mulai dari masa kecilnya yang sudah penuh prinsip & disiplin hingga kesehatan mental ibunya yang terganggu ketika dia beranjak dewasa. Yunus muda sangat terpengaruh oleh didikan terutama dari ibunya. Perhatian ibunya pada kaum miskin & tak beruntunglah yang membantu Yunus menemukan minat pada ilmu ekonomi & perubahan sosial.
Yunus muda adalah pribadi yang pintar. Setelah menyelesaikan kuliah, dia mengajar di Universitas Chittagong & kemudian mendapat beasiswa ke Amerika. Pendidikan Amerika tidak membuat Yunus lupa tanah air. Bahkan ikut berjuang demi kemerdekaan Bangladesh dari Pakistan.
Setelah menamatkan kuliah di tahun 1972, Yunus kembali ke Bangladesh & mengajar di Univ. Chittagong kembali. Di sinilah Yunus menemukan kesadaran bahwa, sebagai seorang intelektual, dia memiliki tanggung jawab untuk dapat membantu saudara-saudaranya yang miskin di sekitar Universitas. Dia melihat jurang yang sangat besar antara megahnya Universitas dengan warga miskin kampung Jobra di seberang kampus. Baginya apa gunanya mengajarkan prinsip-prinsip manis ekonomi sementara warga kampung seberang kampus miskin.
Dari kesadarannya itu, Yunus mulai mempelajari & mendekati warga Jobra. Baginya orang miskin Jobra akan mandiri bila mendapatkan modal usaha. Yunus juga menemukan bahwa kaum miskin tidak pernah lari dari tanggung jawabnya untuk membayar hutang.
Dari pengamatan & kesimpulannya tersebut, Yunus mulai mengembangkan Grameen Bank. Pinjaman bermula dari AS$27 pada penduduk Jobra. Sistem pinjaman diberikan per kelompok, dimana diterapkan sistem punishment terhadap seluruh kelompok jika salah satu anggotanya berbuat curang atau melanggar aturan Grameen. Grameen berjalan sukses di Jobra, walaupun demikian tekanan-tekanan dialami Yunus dan penduduk Jobra dari kaum ulama Bangladesh karena kebanyakan penerima modal adalah wanita.
Tahun 1980-an Grameen semakin berkembang, tidak hanya memberikan modal usaha namun dapat memberikan KPR bagi para anggotanya. Di era ini Grameen resmi menjadi bank setelah perjuangan yang berat dialami Yunus untuk melobinya kepada Menteri Keuangan serta penjabat Bank Sentral. Beruntung Yunus memiliki banyak jaringan di pemerintahan yang ikut membantu mewujudkan Bank Grameen.
Perkembangna Grameen sungguh luar biasa, dari hanya di Jobra akhirnya meluas ke distrik Tangail & Bangladesh. Yunus & Grameen juga mulai didengar dunia. Bank Dunia bahkan melirik Yunus & Grameen. Namun Yunus tidak bersimpati pada Bank Dunia yang dikuasai elit-elit negara maju yang pada kenyataannya memiskinkan negara berkembang & digunakan untuk kepentingan pribadi. Yang menarik adalah pertentangan terang-terangan Yunus terhadap Bank Dunia.
Perjuangan Yunus berbuah manis ketika Ford Foundation mulai melirik Grameen dan ikut mendonasi juga sebesar AS$800.000, disusul dengan dana-dana dari institusi dunia lainnya.
Di era 1984-1990 merupakan era pertumbuhan & tantangan bagi Yunus & Grameen. Grameen juga menjadi contoh bagi lahirnya Grameen-grameen lain di negara berkembang maupun negara maju.

Buku ini cukup inspiratif walau disayangkan tanpa penjabaran lebih lanjut mengenai bagaimana Yunus menjalankan Grameen dengan prinsip mikro ekonominya. Tapi yang harus kita renungkan adalah, pendidikan tinggi harusnya bisa bermanfaat bagi kebanyakan orang.

Rating ( 1 = sangat buruk , 5 = sangat bagus)

Isi: 4
Desain cover: 2.5
Ukuran buku: 4
Reader friendly: 4

Advertisements