Fin terbangun dari tidurnya pagi itu. Terbangun karena cahaya matahari pagi, yang sudah sedikit siang sebetulnya, menusuk langsung ke wajahnya. Butuh waktu hampir 10 menit untuk menyatukan dirinya utuh ke kesadaran. Sudah jam 10 sapa jam di dinding, cocok dengan kabar dari jam tangan di meja samping tempat tidur. Seketika hp berdering, dibiarkannya berdering sampai habis. Geliat seorang wanita di sampingnya nampak terbangun sebentar dan kemudian tertidur lagi. Fin menarik nafas, dipandangi wanita di sampingnya beberapa saat. Dia teringat percintaan semalam bersamanya. Percintaan yang hebat. Percintaan yang diakhiri dengan mengalirnya inspirasi lagu untuk diperdengarkan kepada Ara siang ini. Fin membelai rambut wanita tersebut dan memberikan kecupan manis. Hp kembali berdering, kali ini Fin terpaksa harus mengangkatnya.
“Woi!! Gue yakin lu baru bangun ya?! Geblek!! Jam berapa ini?! Buruan nyet!! Kita musti siapin materi lagu siang ini!! Buruan ke sini!!
“Iya-iya!! Santai bro, biasanya jg gw pas sampe situ. Gw cabs kesitu bentar lagi. Gw pny lagu baru buat kita garap bos. Lu pasti suka lagu ini”.
“Hmmpph.. Pasti lu abis nidurin anak orang lagi yah? Terserah lu deh, buruan ke sini man!”
Sambungan telepon putus, Fin tak punya pilihan lain selain bergegas.

Advertisements