Sesi latihan usai sudah. Fin dan Ara berpisah di selasar taman studio. Di parkiran sudah menunggu mobil sport merah beserta pengemudi cantik bernama Val. Sudah hampir 3 tahun Val menjadi kekasih Ara. Ini hubungan terlama yang dimiliki Ara. Sebelumnya, paling hanya berkisar 1 sampai 2 tahun. Kebanyakan berakhir dengan pertengkaran atau perselingkuhan atau pemanfaatan. Sudah hampir lusinan kekasih yang dimiliki Ara, ada yang tulus mencintai, ada juga yang memanfaatkan. Yang memanfaatkan rata-rata hanya butuh uang, kesenangan atau bahkan popularitas untuk bisa terangkat menjadi artis ternama. Beberapa ada yang hanya untuk kebanggan saja karena pernah menjadi kekasih Ara. Ara sendiri tidak pernah gusar dengan hal itu. Dia tahu sepenuhnya konsekuensi menjadi musisi terkenal dan kaya raya. Alih-alih sedih atau stress, malahan banyak karya ciamik telah dihasilkan Ara selama 20 tahun berkarir secara profesional. Setiap tahun album baru selalu bisa diterbitkan bersama Fin, duo mautnya dalam bermusik.

Entah kenapa, Val begitu unik buat Ara. Val begitu berbeda dengan wanita lain, Val begitu murni dan tulus mencintai Ara tanpa embel-embel seperti wanita-wanita sebelumnya. Bahkan terlintas dalam benak Ara untuk menjadikan Val sebagai istrinya kelak, hal yang sama sekali tidak pernah terjadi pada hubungan-hubungan sebelumnya.

“Halo dear.. Sorry lama nunggu yah. Just a little bit this and that tadi. Biasalah si Fin suka gitu. Soalnya dia punya lagu baru lagi tadi”.
“It’s ok kok hon, aku juga baru dateng kok. Just a little bit this and that too tadi di mall.. Hahaha.. Biasalah ibu-ibu tadi pada gosip seru”.
“Hahaha.. Gak kreatif.. Nyontek bahasaku hahaha.. Sini..sini.. Give me your forehead dear. It would loosen my burden today”.
“Ohh so sweet..”
Dan senja pun berlalu dengan indah.

Advertisements