Tayangan gosip di pagi itu sungguh membuat Fin geli. Dalam pikirannya, perempuan ini, seperti perempuan lain sebelumnya, hanya untuk bersenang-senang dan tidak ada ikatan apapun diantara mereka. Memang Fin sering terlihat bersama di depan umum dengannya, tapi itu hanya azas manfaat saja, untuk menghangatkan berita agar namanya tetap ada di media massa, selain itu, memang Fin butuh perempuan ini, untuk menemaninya, termasuk di tempat tidur.
Fin terbahak, gila perempuan ini, ge-er sekali, kenapa dia harus ngaku punya hubungan istimewa dengannya. Teleponpun berdering, suara Bobby, sang manager, terdengar di ujung sambungan. Fin hanya tertawa saja mendengar kekhawatiran Bobby, menurutnya tidak seserius itu, namun Bobby merasa Fin sudah keterlaluan kali ini dan tidak serapih biasanya. Bobby hanya memperingatkan bahwa perempuan ini bukan perempuan biasa. Bobby pun ngomel-ngomel karena harus berurusan dengan media untuk hal ini.
Fin menyesap kopi hitamnya dari cangkir. Tayangan gosip tadi sudah usai. Dia ingat bertemu perempuan tadi di sebuah klub malam. Perkenalan berlangsung singkat ketika keduanya tengah menikmati irama musik yang dimainkan dj. Si perempuan memang terlalu banyak minum, sementara Fin, seperti biasa, hanya sok dalam keadaan yang sama saja, agar si perempuan juga tidak curiga. Perkenalanpun, seperti biasa, berlanjut ke tempat tidur. Entah karena memang cantik, merasa nyaman atau kemampuan bercinta sang perempuan yang mumpuni, Fin tidak menyudahi hubungan one night stand-nya dan berlanjut lebih dari satu bulan. Ini biasanya hanya terjadi dengan niatan Fin untuk menjadikan perempuan tersebut sebagai kekasihnya. Spekulasi dan gosip pun mulai merebak. Bahkan kegiatan mereka sering sekali diliput media dan ini membuat Bobby gerah. Bukan karena hubungan Fin dengan perempuan itu, namun kecendrungan keduanya untuk meng-ekpose kegiatan mereka adalah sebuah blunder buat Fin. Sementara di satu sisi, si perempuan juga memanfaatkan Fin untuk keuntungan pribadinya, menjadi terkenal dan bisa memasuki dunia selebritas.
Telepon kembali berdering, kali ini dari Marina, wanita cantik yang dikenal Fin dalam beberapa bulan ini. Tampaknya wanita ini seperti biasanya, kesepian dan membutuhkan Fin di apartemen mewahnya. Fin tanpa banyak basa-basi menyanggupi tawaran itu. Fin memang tak ada duanya untuk ini.

Advertisements