Penulis: Edward M. Hallowell
Penerbit: Harvard Business Review Press
Tahun: 2011

Pendahuluan buku dimulai dengan pertanyaan: “apa yang membuat seseorang bersinar?” Jika jawabannya pintar, cakap, prestasi, tentu kurang tepat, karena menurut penulis hal-hal seperti itu sudah usang.
Kebanyakan masalah yang terjadi ketika karyawan tidak bisa lagi menampilkan performa puncaknya adalah masalah diskoneksi dan overload.
Menurut penulis kebersinaran seseorang ditentukan oleh bagaimana bisa mendorong mereka melalui tahapan yang dinamakan “Cycle of Excellence” dan tugas pemimpin atau manajer menjadi penting untuk bisa mengeluarkan yang terbaik dari anggota timnya melalui tahapan tersebut.

5 tahapan Cycle of Excellent adalah:

1. Select: bagaimana memilih orang-orang yang tepat pada tugas yang tepat sehingga mereka akan bersinar.
Ada 3 kriteria untuk dalam memilih orang-orang yang tepat untuk suatu tugas yaitu:
1. Sesuatu yang adalah keahlian atau dia sangat baik melakukan itu;
2. Sesuatu yang dia senangi untuk kerjakan;
3. Sesuatu yang memberi nilai tambah pada proyek atau organisasi.
Interseksi dari ketiga hal di atas dapat menciptakan kekuatan untuk terjadinya consistent excellence.
Memilih orang yang tepat dapat dilakukan lebih awal pada tahap seleksi. Dalam buku ini terdapat 20 pertanyaan menarik yang sering dilakukan penulis ketika melakukan seleksi.

Csikszentmihalyi, dalam studinya yang ekstensif, menemukan bahwa terdapat matriks hubungan antara tingkat tantangan pekerjaan & skill dari karyawan dimana karyawan akan masuk ke dalam flow, sebagai berikut:
1. Tantangan tinggi dan skill memadai, maka masuk ke dalam flow.
2. Tantangan tinggi tapi skill kurang akan menimbulkan kecemasan
3. Tantangan tidak & skill tidak memadai, menimbulkan apathy & kebosanan.
4. Tantangan tidak ada tapi skill memadai, maka menimbulkan relaksasi.

Karthy Kolbe menemukan sebuah konsep yang baik yaitu conation, yaitu gaya natural lahiriah seseorang dalam menyelesaikan masalah (a person’s natural, inborn style of solving problem). Konsep ini sangat menarik & praktis, kita bisa melihatnya di http://www.kolbe.com.

2. Connect: bagaimana menghubungkan mereka dengan visi-missi organisasi.
Orang-orang yang melakukan hal yang sesuai dengan mereka akan merasa terhubung dengan tim-nya & organisasinya sehingga bisa meng-inspirasi orang lainnya.
Yang paling penting bagi pemimpin pada fase ini adalah, bagaimana dia men-transfer “Idealizing Transference” yaitu menularkan perasaan positif kepada anak buahnya. Buatlah anak buah anda optimis, termasuk terhadap masa depannya ketika bekerja bersama anda.
Penelitian terbaru menunjukkan bahwa, karyawan yang merasa tak terhubung dengan manajernya & merasa bahwa dia tak memiliki skill atau kurang mampu bekerja dengan baik, dia akan memiliki kecendrungan untuk jatuh sakit, absen, atau bahkan terkena serangan jantung dibanding lainnya yang terhubung.
Lebih jauh lagi, karyawan yang merasa insecure dengan pekerjaannya akan lebih mudah sakit. Dampak perasaan insecure lebih parah daripada kehilangan pekerjaan. Oleh karena itu para manajer harus benar-benar memanfaatkan jejaring sosial yang dimilikinya untuk terhubung dengan anak buahnya.
Tunjukkanlah semangat & kebahagiaan kepada anak buah anda, maka mereka akan semangat & bahagia pula, karena perasaan positif menular.

3. Play: bagaimana manajer bisa menjadi katalis dalam suasana kerja yang imajinatif.
Bermain adalah hal paling produktif dari anak-anak. Jika suasana seakan-akan bermain bisa dihadirkan, maka akan sangat mendukung produktifitas.

Bermain melibatkan imajinasi, imajinasi menciptakan kreasi. Maka bermain harusnya tidak dilepaskan dari aktifitas bekerja.

How to encourage Play:
1. Ajukan pertanyaan terbuka. Misal: hari apakah ini adalah pertanyaan tertutup, pertanyaan terbuka adalah: “apa yang akan kita lakukan hari ini?”
2.Selalu contohkan untuk mengajukan pertanyaan & kritis.
3. Pertimbangkan untuk melakukan hal berbeda untuk beberapa saat. Misal: dress code “bad day dress” dalam 1 hari
4. Pilih dekorasi ruang yang imajinatif dan sesuai.
5. Adakan rapat untuk membahas hal yang terbalik dari keadaan normal sebagai ice breaking. Mis: tanyakan dalam rapat kepada orang-orang produktif, bagaimana cara menjadi tidak produktif.
6. Cobalah untuk menulis serta- merta.
7. Membaca buku teknik berpikir kreatif.
8. Berikan karyawan waktu untuk pergi & bersenang-senang di luar pekerjaan.
9. Bermain dengan anak.
10. Bekerjalah secara terbalik, dimulai dari tujuan terus ke belakang.

4. Grapple & grow: bagaimana manajer dapat menciptakan kondisi dimana orang mau bekerja keras & menjadi bintang.
Skill penting dari seorang manajer adalah bagaimana dia bisa memberikan tantangan yang tepat kepada orang yang tepat untuk berkontribusi kepada jalannya organisasi.
Kesalahan dari manajer ketika anak buahnya mencapai fase jenuh adalah memberikannya lebih banyak pekerjaan lagi, padahal sebaiknya dipahami & dicari solusi terbaiknya. Hal yang juga harus dihindari addalah kecendrungan untuk menjadi terlalu sibuk.
Dalam fase ini manajer harus mampu menjadikan kerja keras sekaligus kerja cerdas pula. Kerja cerdas berarti tetap fokus, hindari distraksi, miliki mental positif.

5. Shine: bagaimana manajer harus memberikan rekognisi pada keberhasilan & berhasil membuat manajer-karyawan merasa bahagia.

Rating:
( 1 = sangat buruk , 5 = sangat bagus)

Isi: 4

Desain cover: 3.5

Ukuran buku: 4

Reader friendly: 4

Advertisements