Penulis: Josh Linkner
Penerbit: Jossey-Bass, A Wiley Imprint
Tahun: 2011

Kreatifitas layaknya pemusik jazz ketika dia berimprovisasi di panggung, mampu keluar dari zona amannya dan bermain dengan kreatifitas walaupun beresiko.
Layaknya pemusik jazz, individu maupun perusahaan harus terus berimprovisasi dengan kreatifitas agar tetap bisa bertahan. Satu-satunya keunggulan daya saing, baik untuk individu maupun perusahaan, yang dapat terus bertahan adalah kreatifitas.
Ada 4 faktor yang menjadi bahan bakar dari kreatifitas, yaitu:
1. Komoditasisasi, dimana sesuatu yang awalnya sebuah “wow” ternyata sekarang menjadi hal yang biasa & ada di mana-mana.
2. Kecepatan. Perputaran bisnis sekarang berlangsung sangat cepat, sehingga siapa cepat dia yang akan dapat.
3. Rendah Penghalang. Facebook pada awal penciptaannya memiliki penghalang yang rendah di industrinya, karena belum banyak saingan dan kemampuan untuk membuatnya.
4. Biaya Rendah. Globalisasi, outsourcing membuat biaya menjadi lebih rendah. Perang harga nampaknya akan terus berlangsung di industri.

Innovasi terbagi dalam 3 kategori, yaitu:
1. Breakthrough Innovation. Inovasi yang merubah hal yang telah ada sebelumnya, seperti iphone.

2. High-Value Change.
Perubahan atau perbaikan signifikan terhadap suatu proses, penawaran produk atau pendekatan bisnis yang menghasilkan nilai nyata (tangible value).

3. Everyday Creativity.
Solusi-solusi kreatif yang dilakukan untuk memecahkan masalah yang timbul sehari-hari.

Ada 5 tahapan dalam proses Disciplined Dreaming yang diperlukan, yaitu:

Langkah 1: Bertanya
Mulailah dengan mendefinisikan tujuan yang jelas terhadap solusi kreatif terhadap suatu masalah spesifik, Creativity Challenge anda.
Ada beberapa cara bertanya untuk menuntun kita kepada terobosan baru, yaitu:
1. Kenapa (Why)?
2. Bagaimana jika (what if)?
3. Kenapa tidak (why not)?
Upayakan untuk bertanya hingga maksimal 5 kali agar diperoleh jawaban yang lebih baik.

Langkah 2: Persiapan
Persiapkan setiap aspek dari pikiran, tubuh & lingkungan anda untuk menunjang kinerja kreatif anda hingga maksimal.
Ada beberapa cara yang dicontohkan oleh penulis untuk mempersiapkan kinerja yang kreatif. Termasuk menjadi pribadi-pribadi yang desktruktif atau kebalikan dari yang seharusnya, misalnya menjadi pengomel, penuntut dan lainnya.
Ada dua contoh aktifitas yang bisa dilakukan untuk mempersiapkan kreatifitas, yaitu:
1. Buatlah Tantangan Ide
Tantanglah tim untuk mengeluarkan ide-ide atau projek-projek kreatif. Hadiah non materil atau intrinsik bisa dipersiapkan bagi tim terbaik.
2. Dorong tim untuk gagal
Jangan biarkan mereka takut gagal. Biarkan mereka menjadi kreatif dan tidak takut gagal.

Mempersiapkan lingkungan yang kreatif bisa dilakukan dengan cara berikut:
1. Pergilah ke tempat yang berbeda, misalnya menyewa vila di pegunungan, atau restoran di luar kantor dan lain sebagainya agar suasana jadi berbeda.
2. Bangun zona kreatif, seperti suatau ruangan khusus di kantor yang ceria & menyenangkan.
3. Rubah dan rubah. Lakukan perubahan pada tempat duduk, ruang dan lainnya untuk mengusir kebosanan.

Langkah 3: Temukan
Temukan ide-ide dan kreatifitas anda dan angkatlah ke permukaan.
Ada beberapa cara untuk menemukan ide-ide kreatif:
1. Melihat dari lensa yang berbeda
Mungkin ini lebih terlihat seperti metode 6 hats, yaitu ketika kita mencoba berperan menjadi orang lain dan menggali ide berdasarkan pikiran dia.

2. Memanfaatkan Inflection Points
Inflection points adalah titik dimana kecendrungan sosial atau bisnis berubah drastis ke arah yang baru sama sekali.

3. Menemukan potensi baru dengan Meminjam Ide
Ide bisa datang dari sesuatu yang sudah ada, contoh starbuck lahir karena meminjam ide cafe-cafe di Italia.

4. Membalikkan Masalah
Nintendo sempat menjadi pemimpin pasar, namun setelah adanya playstation & x-box, nintendo hanya di urutan ketiga saja. Maka daripada bersaing dengan playstation & x-box yang sangat baik dalam grafik & suara, maka Nintendo menempuh cara lain, yaitu dengan mengeluarkan Wii yang menawarkan pengalaman bermain yang lain.

5. Pelajari pola-polanya

Langkah 4: Nyalakan
Gali lebih dalam lagi temuan kreatif anda dengan berbagai teknik yang ada.
Ada 2 poin penting ketika kita berusaha menyalakan kreatifitas kita:
1. Mulailah dengan beberapa pijar kreatif yang kecil (small sparks), walaupun tidak lengkap untuk memulai proses kreatif; dan
2. Berhati-hatilah untuk tidak terburu-buru mematikan ide kecil tersebut.

Langkah 5: Luncurkan
Buatlah semua ide-ide kreatif anda menjadi tindakan-tindakan nyata untuk merealisasikannya menjadi kenyataan.
Buatlah skor untuk setiap ide-ide kreatif yang ada kemudian pilihlah yang memiliki nilai tertinggi. Penilaian didasarkan pada nilai lebih atau added value yang dapat diberikan oleh ide tersebut.
Penilaian lainnya bisa dilakukan dengan metode NAF; Novel, Attractive, Feasible.
Ide yang akan direalisasikan dapat dites sebelum diluncurkan, bisa dengan membuat prototipe atau uji coba.

Rating:
( 1 = sangat buruk , 5 = sangat bagus)

Isi: 3.5

Desain cover: 4

Ukuran buku: 4

Reader friendly: 4

Advertisements