Penulis: Dan Roam
Penerbit: Portfolio
Tahun terbit: 2008

Di awal buku penulis menyatakan bahwa buku ini bukan hanya untuk orang visual, tetapi juga untuk non visual, alasannya, bahkan orang non visual pun mengerti tanda-tanda yang ada di sekelilingnya berupa gambar.
Penulis juga menceritakan kenapa judul bukunya “the back of the napkin”, karena penulis pertama kali menggunakan presentasi berupa gambar menggunakan bagian belakang serbet restoran sebagai media ketika dia diminta mempresentasikan sesuatu namun ternyata dia belum mempersiapkan power points untuk presentasi tersebut.

Penulis mengelompokkan 6 W’s untuk mengidentifikasi masalah, yaitu:
1. Who & what problems. Tantangan yang berhubungan dengan hal, orang & peran.
2. How much problems. Tantangan yang berhubungan dengan pengukuran & hitungan.
3. When problems. Tantangan yang berhubungan dengan jadwal dan waktu.
4. Where problems. Tantangan yang berhubungan dengan arahan & bagaimana bagaimana mereka bisa berjalan.
5. How problems. Tantangan yang berhubungan dengan bagaimana hal tersebut dapat mempengaruhi satu sama lain.
6. Why problems. Tantangan untuk melihat “big picture”.

Menurut penulis, tangan manusia lebih hebat drpd mouse, tentunya. Dan menurutnya pula presentasi dengan gambar buatan tangan lebih baik dari grafik komputer, alasannya adalah:
1. Orang lebih menyukai gambar tangan orang lain.
2. Sketsa buatan tangan lebih cepat dibuat & mudah dirubah.
3. Komputer membuat lebih mudah untuk membuat gambar yang salah, karena semua gambar telah built-in & bisa jadi ditangkap orang lain dengan salah.

Pertanyaan yang muncul, termasuk dari saya sendiri adalah, bagaimana kalau kita tidak pandai menggambar?
Penulis mengkategorikannya menjadi 3 tipe, yaitu:
1. Pena Hitam untuk si jago gambar atau suka gambar.
2. Pena Kuning untuk yang tak bisa menggambar tapi mungkin mau mencoba atau orang-orang yang selalu suka melihat & memperhatikan orang lain menggambar dalam presentasinya.
3. Pena Merah untuk yang mengaku bukan orang visual atau kurang nyaman melihat gambar dalam presentasi.
Penulis juga telah menyiapkan semacam quiz untuk mengetahui kita ada di tipe yang mana.

Process Visual Thinking terdiri dari 4 yaitu:

1. Melihat = mengumpulkan & menyaring
Ada 4 aturan dasar untuk dapat melihat dengan baik, yaitu:
a. Mengumpulkan semua hal yang bisa kita lihat, semakin banyak semakin baik.
b. Mencari tempat dimana kita bisa melihat dengan baik secara keseluruhan, dari sisi ke sisi.
c. Selalu menetapkan sistem kordinate dasar yang dapat memberikan kita orientasi & posisi yang jelas, dengan demikian kita bisa membuat gambar secara 2D atau 3D.
d. Berlatih menuangkannya menjadi visual/gambar.

Disini terkesan penulis hanya menyeinggung mengenai benda yang kita bisa lihat & kita tuangkan dalam gambar. Lalu bagaimana dengan sesuatu yang tak berbentuk, seperti pergerakan harga saham, posisi perusahan, kondisi industri atau pencapaian tahunan? Ternyata penulis tetap menyarankan menggunakan grafik atau diagram, namun tidak dibuat dengan program komputer tapi melalui gambaran tangan.

2. Memahami = memilih & mengelompokkan
Dalam memahami sesuatu, ada 6 cara yang biasa dilakukan yaitu:
a. Memperhatikan sesuatu objek – siapa dan apa.
Gambar yang mewakili ini adalah potret atau gambar manusia/hewan/benda
b. Memperhatikan jumlah – berapa banyak & berapa besar.
Gambar yang mewakili ini adalah cahrt atau diagram.
c. Memperhatikan tempat, dimana.
Gambar yang mewakili ini adalah peta.
d. Memperhatikan waktu – kapan.
Gambar yang mewakili ini adalah timeline atau lini masa.
e. Memperhatikan pengaruh & efek – bagaimana.
Gambar yang mewakili ini adalah flowchart.
f. Memperhatikan seluruhnya & mengetahui pemandangan yang kita perhatikan – mengapa.
Gambar yang mewakili ini adalah multiple-variable plot

3. Membayangkan = melihat dalam pikiran

Metode yang disarankan penulis untuk ini adalah SQVID, yaitu:
a. S = simple
Bayangkanlah hal yang sederhana, namun bila perlu untuk dijelaskan lagi bisa dibuat jelas namun tetap sederhana.
b. Q = quality
Bayangkan kualitasnya atau bisa juga kuantitasnya.
c. V = vission
Bayangkan akan menjadi apa nanti atau bisa juga bagaimana eksekusinya.
d. I = individual
Bayangkan secara masing-masing atau bisa juga diperbandingkan.
e. D = delta
Maksudnya adalah bayangkan bagaimana hasilnya, apakah terjadi perubahan atau status quo

4. Menunjukkan = membuatnya menjadi jelas kepada orang lain

Menurut penulis bukan masalah bila kita tidak bisa menggambar dengan benar, yang menjadi masalah adalah bagaimana melihat (look) dengan benar.

Ada 4 hal yang dilakukan oleh otak & mata secara otomatis (tanpa sadar) yaitu orientasi, posisi, identifikasi & direksi.

Catatan pembaca:
Nampaknya buku ini baik untuk melatih otak kanan kita dengan membiasakan menjadi visual & dapat menerangkannya dalam gambar yang tepat & jelas. Namun catatannya adalah jika kita mempergunakannya untuk presentasi memang akan memakan waktu terlalu banyak untuk menggambar. Jadi kalau sudah ada teknologi yang bagus & bisa memanjakan mata lebih baik untuk audiens, kenapa kita harus menggambar dengan tangan kita. Namun penggunaan gambar tangan ini bisa sangat baik hanya untuk sebagai pelengkap atau untuk menjelaskan hal-hal yang ditanyakan audiens saat presentasi, atau bahkan saat kita akan menerangkan sesuatu kepada orang lain dalam pertemuan atau rapat.

Rating:
( 1 = sangat buruk , 5 = sangat bagus)

Isi: 4

Desain cover: 3

Ukuran buku: 3

Reader friendly: 4

Advertisements