Abis breakfast dari hotel kita menuju ke bangsal, pelabuhan yang akan mengantar ke ke gili-gili :). Ternyata transportasi terbatas sbb:
1. Taxi blue bird : rp 100rb
2. Sewa bemo (angkot): rp 60-70 rb
Jadi better rame-rame & kl banyak lebih dari 4 pasti sewa bemo lebih ok, soalnya kapasitas bemo bisa 16-17 orang itu. Kalau bemonya narif di atas tarif di atas, tawar aja dengan kejam.

Akhirnya kita sewa bemo deh, kayak raja di bemo karena kita cuma berduaan aja ha3x. View sepanjang jalan quite enjoyable cenderung segar, banyak pohon-pohon kaya di puncak dan bisa langsung lihat pantai dan laut di samping kita. Bagi yang suka foto, udah kayak surga itu, banyak spot termasuk beberapa tikungan yang ada tempat parkir dengan view langsung ke perbukitan dan laut, they call it Malimbu. Bagi yang suka mual-muntah, better siap-siap dengan obat mabuknya karena jalanan kayak di puncak & shockbreaker angkotnya kurang betul. Perjalanan sekira 30-45 menit.

Sampai di bangsal ternyata bemo gak masuk ke dalam, jadi harus lanjut cidomo, alias delman atau andong. Tarifnya rp 15rb per cidomo, jadi the more the cheaper :). Udah lama gak naik delman gini, enak betul.

Sampai di bangsal kita beli tiket boat dulu. Public boat paling murah hanya rp 10rb/pax. Untuk private boat berkisar antara rp 150-250rb/pax sekali jalan saja. Jika kita hendak ke gili terawangan, public boat ada terus setiap jam sampai jam 4 sore. Tapi kalau ke gili meno atau air, hanya sekali jalan saja jam 9.30 pagi dan jam 4 sore. Kita ketinggalan boat ke meno actually karena sudah jam 10.45 sampai bangsal, akhirnya kita harus ke terawangan dulu untuk sore harinya lanjut ke meno. Tempat yang nyaman di boat adalah di depan, soalnya kalau di belakang malah banyak banget barang-barang yang dibawa warga lokal menyebrang.

Sesampai di terawangan ternyata ramai betul. Konon terawangan adalah pulau paling ramai di antara gilis & banyak party disana (hmm rave party hah :p). And again we missed the boat to meno, karena cuma pergi pagi jam 9.30 dan 16.00.

Akhirnya gw coba buat ikut snorkeling, but oh no, we missed it again, karena rombongan snorkeling hanya jalan 1x yaitu mulai pagi jam 9.30 sd 16.00. Jadi sepertinya kita harus do some activities di terawangan sampai jam 16.00. First thing first is lunch, kita cari spot yang bagus, ternyata ada di sekitar beach club, 20-50 meter dari tempat labuh boat tadi ke sebelah kanan. The scenery is heavenly lovely, phuket mah kalah lah harusnya.

Setelah ini mungkin kita bakal coba naik cidomo keliling pulau. Tarifnya tadi rp 125 rb per 1 cidomo untuk maksimal 3 orang.

Cidomo dengan tarif rp 125 rb akhirnya done. Keliling gili terawangan, bagus juga viewnya, plus ngobrol sama sopir cidomo yang awalnya ngantuk. Wah, daripada dia ngantuk terus cidomo tabrakan atau nyemplung ke laut kan gak lucu, akhirnya gw ajak obrol, lucu juga cerita-cerita dia tuh tadi, sedikit nyubit sih ha3x, don’t know why God has to speak to me through supir cidomo ini ha3x. Perjalanan keliling max 30 menit.

Selepas cidomo, saatnya nyebrang ke Meno. Harga tiket dari sini ke Meno lumayan lebih mahal yaitu rp 20rb/pax, hell yeahh yuk ah cabs ke Meno :).

See you Meno, so long Terawangan, thx for lovely scenery.

Advertisements