Setelah bercidomo, kita beli tiket ke Meno & berangkatlah ke sana. Perjalanan cuman 10 menit kayaknya. Dari pantai memang terlihat Meno gak terlalu ramai, konon yang bulan madu banyak yang kesini.

Begitu turun langsung gw cari penginapannya, namanya Tunai Cottages, ternyata hanya 1-2 menit jalan kaki dari pelabuhan. Tempatnya bagus, bentuknya bisa dilihat dengan googling Tunai Cottages Gili Meno, pasti ketemu.

Kaget ternyata yang anter bule cewek, ternyata dia yang punya, suaminya orang asli Meno. Fasilitas ada air panas-dingin, dispenser isi air & fan, no AC no tv, wew he3x. Okelah buat tempat kontemplasi. Karena gak ada tv, efeknya persis kayak tahun 80-an, dimana stasiun tv cuma ada tvri, jam 9 malam udah kontan ngantuk :). Cuma memang fan-nya cukup ganggu karena pas tidur berasa ada terpaan angin badai he3x. Menu breakfast di Tunai Cottages hanya ada sandwiches,
Egg + pancakes.

Keesokan paginya kita pergi snorkeling keliling gili meno. Tarifnya rp 100rb/pax dengan minimal 3 pax, belum termasuk sewa fin & gogle. Sewa fin+gogle rp 25-45rb/pax. Untung kita dapat harga spesial, karena si empunya boat masih saudaraan sama yang punya Tunai Cottages, jadi bisa 2 orang saja dengan harga rp 300rb sudah termasuk fin+gogle. Untuk wisata bahari ada beberapa paket sebetulnya, yaitu:
1. Nyusur 3 gili biaya around rp 250rb/pax
2. 1/2 day snorkeling biaya around rp 250-300rb/pax
3. Ke bali dengan speed boat around rp 600rb/pax
4. Ke pulau komodo 4d 4n around rp 1,5 jt/pax.
Jadwal snorkeling keliling gili meno adalah mulai jam 11 siang, karena air sudah naik. Kita akhirnya berangkatlah dan memang keren betul pemandangan di bawah itu, ikan dan corral-nya cantik. Paket snorkeling keliling meno sudah termasuk lihat penyu, blue corral, ship wreck + Christmas tree. Sayang kita hanya kebagian lihat christmas tree aja, itu adalah corral berbentuk bulat tapi mirip jamur, tapi sekelilingnya banyak batu corral kecil berwarna + ikan-ikan, jadi agak mirip christmas tree. Sementara yang lain tak bisa kita lihat karena ombak sudah kencang sekali. Tapi sebagai ganti, kita dibawa ke beberapa tempat juga yang tak kalah bagusnya. Total waktu snorkeling adalah 3-4 jam. Tadinya kita mau lebih lama lagi, cuma angin kencang dan dinginnya air bikin kita menggigil dan masuk angin ha3x, jadi kita putuskan untuk stop.

Di gili meno juga ada danau dan bird park, kita berencana ke sana tadinya, tapi apa daya waktu tak sampai (halah)..

Untuk makan siang, kita pilih warung tradisional saja. Ada 2 warung rekomendasi, yaitu warung anna dan yaya. Karena warung anna terlalu jauh ke arah selatan, maka gw putuskan ke warung yaya saja di utara. Tempatnya sederhana seperti warung, tapi view tetap ke pantai, matap deh. Tempat makan disini menunya rata-rata eropa + sea food. Harga cukup mahal sebetulnya, around rp 20-50rb per porsi. Tapi lucunya, bukan cuma gw yang lihat-lihat menu agak lama karena pertimbangan harga, ternyata bule-bule juga, ha3x. Menu lokal ada seperti plecing ayam, kangkung, urap-urap, olah-olah ( sayur-sayuran + santan) & taliwang. Sayang di warung yaya ini malah gak ada ayam taliwang, kayaknya orang eropa memang gak suka terlalu pedas, maka taliwang agak jarang malah disini. Kalau mau makan disini jangan dalam kondisi perut betul-betul keroncongan, gaswat itu, service-nya kurang bagus dan lama, bisa sampai 1/2 jam nunggu menu kita. Siapkan saja dana sekira rp 40 – 60rb per pax.

Setelah makan kita cek out dan cabs pake boat dengan tiket islands hopping ke bangsal seharga rp 10 rb/pax sajah.

Note yang paling penting untuk wisata ke gilis adalah, bawalah uang kas yang lebih dari cukup alias banyak, karena gak ada atm bank-bank yang umum ada di jakarta, yang ada malah commonwealth dan bri kalau gak salah, itupun hanya di gili terawangan. Di Meno kita bisa tunaikan kartu kredit dengan charge 7% kalau gak salah.

One thing for sure.. I’m surely gonna be back to Gili Meno one day 🙂 with my lovely wife :), insyAlloh, amin.

Advertisements