Jam 12 siang sudah tiba, saatnya kita check out Sendok Guest House Senggigi & bersiap lanjut ke Kuta. Setelah berbelanja oleh2 untuk keluarga, teman & sejawat (di pinggir guest house ada toko oleh2, jadi dekat) kita tutup dengan lunch sambil menunggu jemputan ke Kuta. Karena harga travel mahal-mahal disini, dari senggigi ke Kuta & airport praya bisa seharga rp 150-225rb / pax, akhirnya gw putuskan kontak supir taxi airport yang antar gw dari bandara ke senggigi kemarin. Tarif dia lebih murah, cuma rp 225rb ke Kuta & airport praya untuk 1 taxi & 1 trip, lebih murah kan.

Jam 1/2 2 pak suardi supir taxi datang, kita langsung cabs menuju kute. Biar gak penasaran, pak suardi ajak kita ke mataram dulu sekalian nengok ex bandara lama di selaparang, ternyata memang kecil betul itu bandara. Sudah tepat dibangun bandara di praya yang skalanya international, soalnya lombok ini potensi sekali untuk seperti di bali, walau gw gak berharap lombok punya ciri khas dan jangan benar-benar seperti bali.

Perjalanan hujan deras turun, tapi untungnya di kute malah cerah. Pak Suardi ajak kita ke tanjung aan sebelum ke kute, wah mantap betul itu tanjung aan, pasir putih, air jernih dengan latar belakanbg bukit, persis kayak di phuket.

Setelah puas photo-photo, kita ke daerah kute, cuma karena pantai yang bagus ada di lingkungan novotel, kita hanya masuk ke pantai umum. Gak terlalu bagus dan banyak anak kecil jualan maksa betul, jadi gak nyaman. Kitapun memutuskan pulang menuju airport.

Sampai airport tak lama, cuma sekira 10-15 menit dari kute, akhirnya kita dan pak Suardi pun berpisah setelah transaksi selesai he3x.

Advertisements