Ini pertama kalinya bagi Selamet bisa merasakan bermain di malam hari, larut malam tepatnya. Rasanya menyenangkan dan membuatnya menjadi seseorang yang lain, sama sekali lain, sepertinya jadi Selamet yang sama sekali baru. Udara malam tampak bersahabat dan penuh kegembiraan. Lampu-lampu malam juga jadi hiasan yang bagus dan menarik hatinya. Pertemanannya dengan Bram ternyata membawanya ke dunia baru, yang sebelumnya belum pernah dan ingin dicoba Selamet. Seperti kata bang Rhoma dalam lagunya, darah muda darahnya para remaja, keingintahuan menggelegak dalam darah Selamet.

Pergaulannya dengan Bram mengenalkannya pada petualangan, keliaran, alkohol dan juga perempuan. Hanya satu hal yang Selamet masih bisa tak tergoda, yaitu obat-obatan terlarang. Buat Selamet benda-benda itu bodoh. Sisi frustasi dan kemarahan Selamet bisa dengan mudah terbuang disini bersama Bram dan teman-temannya.

Keliaran dengan Bram pula yang mengenalkan Selamet pada Trivi, seorang wanita malam yang mengais rejeki dari menjual kemesraan dan tubuh. Pertemuan yang sebenarnya dirancang oleh suatu jebakan dari Bram dan kawan-kawannya untuk menjahili Selamet. Waktu itu Selamet tidak tahu akan diajak kemana. Bram hanya bilang mau nyanyi karaoke rame-rame dan tanpa curiga Selamet ikut saja tanpa curiga. Ternyata sesampainya di tempat yang dituju, Selamet kaget setengah mati, karena tempat yang dituju memang tempat karaoke, namun ternyata plus-plus. Bertemulah Selamet dengan Trivi, pemandu lagu yang sengaja dipesan Bram untuk menemani sekaligus menjahili Selamet. Pada awalnya Selamet sangat canggung. Namun salah satu kelebihan Selamet adalah, bisa dengan cepat menguasai dirinya dan mencoba tenang.
“Kok kamu lain ya?”
“Maksudnya”
“Enggak nafsuan sama geragas gitu. Kalau yang lain kan suka gak basa-basi tuh”
“Ya gw kan dijebak ini, maaf aja, gw gak niat aneh-aneh”
“Iya gak apa-apa kok, wong udah dibayar, malah seneng gak usah kerja”
“Ha-ha, curang ya, kita ngobrol aja mending yah?”
“Hi hi, kamu lucu juga yah, iya gak apa-apa kalau mau ngobrol juga”
Dan jebakan Bram berlanjut menjadi pertemanan yang akrab.

Advertisements