Dalam suatu obrolan siang hari di kantor dengan seorang kolega, akhirnya gw baca buku ini. Dia juga yang mengenalkan gw pada karya Coelho, karya yang jenius atau mendekati jenius.

Hanya ada dua hal yang gw bener-bener inget dari buku ini, yaitu soal takdir dan soal masa lalu. Buku ini mengulas pergulatan nabi Elijah, yang tertulis dalam Injil. Bagaimana pergulatannya dengan hati, hidup & kehendak Tuhannya. Bagaimana dia mencoba bergulat, memberontak dan akhirnya memproklamirkan dirinya sebagai “Liberation”.

Yang gw inget betul, Elijah mencoba melarikan diri dari Akbar, kota tempatnya “di-plot” untuk tinggal, karena akan dibumihanguskan oleh pasukan Asyria. Di tengah jalan, dia dicegat malaikat & diminta untuk kembali ke Akbar atas perintah Tuhan. Elijah, dengan segala kebingunannya menuruti kabar malaikat tadi. Ternyata “by design” memang Elijah-lah yang akan membangun kembali kota tersebut.

Sering dalam hidup kita bertanya-tanya, kenapa kita harus bertemu seseorang, kenapa kita harus mengalami sesuatu, kenapa kita harus menempuh jalan yang kadang ajaib. Karena “by design” memang begitu, semua sudah diatur. Mungkin ada hal yang sudah Tuhan aturkan dan Tuhan maui kita untuk sadari dan lakukan. That is destiny. Kadang kita lawan takdir tersebut dengan cara kita atau bahkan kita tidak mengambil pelajaran dari apa yang diinginkan Tuhan. Bahwa sebenarnya “kegunaan bagi banyak orang” adalah lebih penting.

Kedua soal masa lalu. Gw agak lupa detilnya, hanya kalau gw simpulkan, ada satu nukilan dari buku itu yang intinya bilang bahwa, masa lalu ya tinggal di masa lalu, jadilah seperti anak kecil, mereka tidak pernah tinggal di masa lalu, merka tinggal di hari ini, masa kini dan masa depan.

Mungkin kesimpulan gw salah :p but that’s what I’ve got from that book.. Quite inspiring 🙂

Advertisements