Kurang lebih bulan lalu, pas lagi kuliah Corporate Strategy di kampus, dosen favorit gw, pak Manggi Habir, pernah menayangkan slide dengan gambar poster film Moneyball ini dalam sesi 1 kuliahnya. Dia bilang, kita harus nonton film ini, karena di film ini kita bisa lihat bagaimana angka statistik bisa menjadi informasi yang penting buat kita ambil keputusan.

Terus gw denger lagi soal film ini dari temen gw, dia bilang sangat layak tonton, karena film ini mengisahkan sejarah “sports science”, dimana baseball bisa mencari bakat melalui angka statistik. Terus dia bilang, ini juga yang menjadi salah satu kunci sukses kenapa USA bisa tampil mengejutkan di Piala Dunia 1994 di USA, karena mereka menggunakan statistik untuk mencari pemain dan menganalisa pertandingan.

Akhirnya gw tonton juga film ini dan well, what a great movie, gila, bagus bener dan pesan yang dibawa sangat inspiratif dan mencerahkan.

Film ini mengenai tim Baseball kecil & miskin di Major League Baseball USA bernama Oackland Athletic atau biasa disebut Oackland A’. Tim ini dikepalai oleh GM bernama Billy Beane, mantan rookie baseball yang sempat diperkirakan akan menjadi bintang oleh scout atau pemandu bakat dan bermain di tim besar, namun ternyata gagal. Billy Beane menebus kegagalannya dengan hanya lulus SMA dan gagal mendapatkan beasiswa ke universitas. Oackland A’ harus kehilangan 3 pemain bintangnya karena dibeli oleh tim kaya dan besar seperti New York Yankees.

Billy merasa frustasi, karena dia pikir tidak akan mungkin bisa bersaing jika tidak bisa mendapatkan pemain bagus, sementara pemain bagus sudah tentu mahal harganya, namun kondisi keuangan tim tidak memadai. Pemilik dan scouts optimis bisa melanjutkan kompetisi dan memilih pemain pengganti lain untuk mengisi kekosongan dari 3 pemain bintang yang pergi, tapi menurut Billy, it was an unfair game, permainan hanya untuk tim kaya dan besar saja.

Secara cerdas suatu waktu, Billy menemukan keanehan, yaitu ada seorang anak muda yang menjadi pembisik dari scout di tim Yankees kalau tidak salah dan bisikannya didengar sehingga menjadi keputusan dari GM tim tersebut. Pembisik itu adalah Peter Brand, pemuda 25 tahun, baru lulus jurusan Ekonomi dari Yale dan baru pertama kali bekerja sebagai fresh grade. Ada percakapan menarik antara mereka berdua yang patut disimak. Dari sinilah awal mula ketertarikan Billy merekrut Peter, karena menurut Peter, pencarian bakat dan perekrutan pemain telah dilakukan secara salah, “misjudge” dan “mismanage”: There is an epidemic failure within the game to understand what is really happening and this leads people who run major league baseball teams to misjudge their players and mismanage their teams. I apologize.

Keputusan cerdas dan mungkin nyeleneh saat itu dilakukan Billy. Alih-alih merekrut pemain, Billy merekrut Peter, si ahli statistik, untuk menjadi penasihat scouting dari Oackland A’.

Pertentangan pun terjadi di Board ketika pilihan pemain diumumkan oleh Billy sebagai hasil analisa statistik Peter, karena Board menganggap pemain yang direktur adalah pemain “defect” dan tua di tim sebelumnya, namun Billy akhirnya bisa meyakinkan hal tersebut. Ketidaksetujuan dan pembangkangan ternyata terjadi. Billy akhirnya harus memecat kepala Scout karena tidak bersedia menjalankan sistem baru yang ditetapkannya. Pelatih Art Howe pun melakukan pembangkangan dengan tidak memainkan line up yang sudah ditetapkan oleh Billy sebagai hasil dari perhitungan statistik Peter. Yang Billy lakukan untuk ini adalah, dengan menjual semua pemain yang selalu di-istimewakan oleh pelatih Art Howe agar rencana Billy dapat berjalan dengan baik.

Ada dua hal yang menadi kekurangan Billy, yaitu, tidak pernah mau berkumpul bahkan bertegur sapa dengan para pemainnya dan terlalu perhitungan dengan uang tanpa memikirkan opportunity cost-nya terhadap moral pemain.

Hal yang menarik disini ialah, ketika salah satu rekrutan Billy, Davd Justice, menanyakan kepada Peter 2 hal, gw kutip secara bebas di bawah dari website berikut : http://www.moviequotesandmore.com/moneyball-movie-quotes-1.html#.TyRTfFmvQQ4

on the plane Peter is traveling with the team sat next to Justice]
David Justice: How come your boss doesn’t travel with the team?
Peter Brand: He doesn’t like to mingle with players.
David Justice: Is that supposed to make it easier to cut?
Peter Brand: I don’t…I don’t know.
David Justice: And how come soda is a dollar in the club house? Cause I’ve never seen it like that.
Peter Brand: Billy likes to keep the money on the field.
David Justice: Soda money? Really? Where on the field is the dollar I’m paying for soda?
Peter Brand: It’s hard to see exactly, but…
David Justice: Yeah.
Peter Brand: …it’s there.
David Justice: It is hard to see. I’m done.

Disini ada dua hal menarik, yang sebetulnya adalah feedback dan keinginan para pemain yang tak tersampaikan kepada Billy sebagai GM, yang bila bisa dilakukan oleh Billy, maka akan meningkatkan moral para pemainnya.

Singkat cerita, rencana memang tidak selalu berjalan mulus, dalam 7 kali pertandingan awal Oackland A’ kalah secara beruntun. Billy dan Peter meyakinkan pemilik klub bahwa mereka akan membawa kemenangan dalam beberapa bulan ke depan sebagai target.

Perubahan-perubahan terjadi pada Billy, sekarang dia lebih bisa bergaul dan mendiskusikan banyak hal dengan para pemainnya dan memperbaiki mesin soda dan memberikannya secara gratis kepada para pemain.

Ada percakapan menarik yang gw kutip kembali dari website di atas, yaitu antara Billy Beane & DavidJustice:

David Justice: I’ve never seen a GM talk to players like that, man.
Billy Beane: You’ve never seen a GM that was a player.
David Justice: No.
Billy Beane: We got a problem, David?
David Justice: No, it’s okay. I know your routine. It’s a pattern, it’s for effect. But it’s for them, alright? That shit ain’t for me.

Billy Beane: Oh, you’re special?

David Justice: You pay me seven million bucks a year, man. So, yeah. Maybe I am a little bit.
Billy Beane: No, man. I ain’t paying you seven. Yankee’s are paying half your salary. That’s what the New York Yankee’s think of you. They’re paying you three and a half million dollars to play against ’em.
David Justice: Where you goin’ with this, Billy?
Billy Beane: David, you’re thirty seven. How about you and I be honest about what each of us want out of this? I wanna milk the last ounce of baseball you got in you and you wanna stay in the show. Let’s do that. I’m not paying you for the player you used to be, I’m paying you for the player you are right now. You’re smart, you get what we’re trying to do here. Make an example for the younger guys, be a leader. Can you do that?
David Justice: Alright. I got you.
Billy Beane: We’re cool?
David Justice: We’re cool.
Akhirnya 20 kemenangan beruntun didapat Oackland A’ setelah itu.

Di akhir film, Billy mendapat tawaran besar dari Red Sox untuk menjadi GM-nya, namun Billy menolak, simak percakapan berikut, sangat menarik:

Peter Brand: How was Boston?
Billy Beane: Impressive.
Peter Brand: Did Henry make you a good offer at least?
Billy Beane: Doesn’t matter.
Peter Brand: What was it?
Billy Beane: Doesn’t matter!
What was it?
Billy Beane: It doesn’t matter!
Peter Brand: What was it?
[Billy takes out the paper with the offer written on it and passes to Peter and he reads it]
Peter Brand: Well, at least you got highest paid GM in the history of sports.
Billy Beane: So? So what? You know, I made one decision in my life based on money and I swore I would never do it again.
Peter Brand: You’re not doing it for the money.
Billy Beane: No?
Peter Brand: No. You’re doing it for what the money says and it says, well it says, that any player that makes big money, that they’re worth it.

Berikut pula kutipan menarik dari end title film ini:

[end title states Billy turned down the Red Sox’s offer of 12.5 million dollars and stayed as the GM of the Oakland A’s. Two years later, the Red Sox won the 2004 World Series, using the same model Billy pioneered and Billy is still trying to win the last game]

The morale of the movie are:

1. Have some value in your life, dont only based anything from what the money says, although at the end it will tell you what you are worth of, Money is not everything;

2. Team adalah saling mengisi dan melengkapi, tidak mungkin diisi oleh all perfect people dan salah bila diisi dengan orang-orang yang sejenis;

3. Tujuan organisasi harus diutamakan dari tujuan pribadi, apabila ada anggota organisasi yang menyimpang atau tidak mau mengikuti tujuan organisasi, maka bersiaplah untuk menerima pilihan, terpinggirkan atau harus keluar dari trek;

4. Data memang tersedia di lapangan dan dapat dikumpulkan, namun apakah kumpulan data tersebut dapat diolah dan membatu dalam membuat keputusan?

5. Sebagai pemimpin, bergaullah bersama anggota dan perhatikan inspirasi mereka karena hal tersebut dapat meningkatkan semangat mereka.

anyway… what a great & inspirational movie to watch šŸ™‚

 

Advertisements