Satu hal yang paling gw seneng dapetin dari orang-orang baru yang gw temuin adalah ide dan insights. Kepulauan Derawan dan segala kenangannya meninggalkan beberapa ide & insights buat gw.
Alam kepulauan Derawan sangat indah, bahkan kepulauan di Thailand seperti Phuket menurut gw gak ada apa2nya. Hanya sayang, promosi & dukungan pemerintah kurang serta infrastruktur yang gak mendukung. Hal lain adalah tingkat kepedulian & jiwa melayani dari penduduk lokal yang kurang. Padahal kalau mereka sadar, mereka punya potensi perputaran ekonomi yang sangat potensial.
Dengan potensi alam kayak gitu, sangat layak Indonesia bisa maju bahkan menguasai ekonomi dunia, apa yang kita gak punya coba? Melimpah ruah karunia Tuhan.
Hal yang paling penting adalah, siapa bilang lapangan kerja di Indonesia kurang? Bohong besar.. Coba melek dengan potensi sekitar, harusnya malah bisa menciptakan lapangan kerja baru malah.
Mas Maliq adalah salah satu contoh, dia adalah pengelola tour Kakaban Trip. Orangnya masih muda. Pas gw tanya, kenapa buka & bergerak di bidang tourisme, jawaban dia adalah, dia suka bidang itu & melihat ada peluang disitu. Wow! Terus pas gw tanya, gimana memberanikan diri keluar dari pekerjaan & membuka usaha ini. Dia bilang, ya diberani-berani-in aja, soalnya udah bosan juga dengan pekerjaan lama. Dia memulai dari nol, sendiri, hingga kini sudah punya 3 karyawan dalam tempo 2 tahun. Berawal dari agen tiket pesawat & mulai vertical integration dengan membuka tour juga.
Berarti, lahan usaha & pekerjaan di Indonesia sebetulnya masih sangat banyak & potensial.
Baru-baru ini gw jg ketemu teman-teman dari Thailand yang baru saja berwisata ke Indonesia. Mereka baru mengunjungi tempat-tempat wisata standar di sini, seperti TMII, Monas, Istiqlal, puncak, Taman Safari, Bandung, Tangkuban Perahu, Borobudur dll. Padahal menurut kita standar banget & mungkin sudah pada bosan. Mereka ini adalah owner sebuah travel agent di Thailand dan sangat terkesima dengan semua tempat wisata itu. Mereka bilang orang-orang di Thailand banyak yang tau dan ingin ke Indonesia, seperti ke Bali, Borobdur untuk beribadah karena mayoritas Budhist, tapi mereka gak punya info untuk kesini dan gak tau gimana caranya. Mereka juga bilang kenapa infrastruktur disini sangat tidak tourist friendly. Mereka bilang potensi wisata disini sangat besar tapi kenapa tidak banyak orang membuka lapangan pekerjaan di bidang ini. Salah satu ownernya, Ekka, bialng ke gw, kalau dia dulu juga pegawai, mencoba peruntungan di bisnis ini selama 6 bulan & akhirnya fokus di bisnis tersebut.
Kalau perhatikan, ya memang bener, masih banyak lapangan pekerjaan yang bahkan belum ditemukan dan belum dimanfaatkan oleh orang-orang Indonesia, karena mindset kita adalah bekerja, mencari pekerjaan yang sudah ada, skeptis & bermental pegawai saja. Padahal dulu nenk moyang kita adalah pelaut, saudagar & bahkan agressor hingga ke negara-negara lain di dunia bahkan mampu melawan Kubhilai Khan. Tapi setelah masuknya Belanda, kita sengaja dibuat menjadi kacung, bermental pegawai, merasa bangga & nyaman jadi pegawai negeri dengan penghasilan tetap & pensiun di masa tua.
Rasanya denga potensi yang ada ini kita harus melek, bahwa masih banyak peluang yang bisa dimanfaatkan & diusahakan, bahkan hanya dengan begitu luas & indahnya alam Indonesia yang belum tergali dan bahkan yang sudah ada sekalipun.

Advertisements