Sudah beberapa kali lagu-lagu baru, baik dari Fin maupun Ara yang ditolak produser. Dianggap tidak terlalu bermutu, kurang komersial dan gagal total karena jauh dari standar yang ada, bahkan untuk album terburuk mereka sekalipun.

Deadline untuk menerbitkan album baru sudah sangat mendesak. Semua kalangan menantikan album baru Fin dan Ara yang sudah terlalu lama vakum. Pihak terlibat nampak tertekan dengan keadaan ini, bayangan keuntungan semakin hari semakin memudar. Fin tetap engan sensasinya yang terlalu jauh dan Ara yang berjalan di tempat proses kreatifitasnya entah kenapa. Fin dan Ara layaknya sayur dan garam, saling melengkapi dalam proses kreatifitas. Dalam proses kreasi biasanya keduanya saling melengkapi hingga tercipta karya-karya ciamik yang sangat hits bahkan beberapa sudah seperti legenda hidup saja.

Pihak produser dan manager menganggap keadaan mungkin akan tidak tertolong lagi. Bagaimanapun dari segi bisnis, album baru tetap harus diluncurkan bagaimanapun keadaannya, the show must go on. Berbagi gagasan telah dikeluarkan dan berujung pada meluncurkan album the best atau mengundang artis-artis baru yang sedang ngetop saat ini untuk menyanyikan cover version dari lagu-lagu hits mereka sebelumnya. Padahal album mereka sebelumnya juda sudah album the best dengan tambahan 3 lagu baru yang secara kualitas tidak sebaik lagu-lagu hits sebelumnya, namun penjualan album tetap baik karena basis penggemar setia mereka yang cukup banyak serta ditunjang promosi yang luar biasa wah-nya.

Kali ini sudah terpilih 2 lagu baru yang setidaknya layak untuk diluncurkan, walaupun banyak kritikus yang menilai sangat tidak layak uantuk dimasukkan ke dalam album the best. Namun karena keadaan sudah sangat mendesak dan secara pakem tetap harus ada lagu baru dari mereka yang diluncurkan, maka mau tidak mau, siap tak siap, 2 lagu tersebut harus setidaknya menjadi cameo dalam album the best kali ini. Beberapa artis ngetop baru bahkan ada yang menolak mengisi cover version dari album the best ini karena takut mengotori reputasi mereka, walau akhirnya sebagian kecil ada yang bersedia karena hubungan baik yang sudah terjalin. Kebanyakan artis-artis baru dan yang dianggap potensial yang bersedia mengisi cover version album baru tersebut.

Pada waktu yang ditentukan, album baru pun diluncurkan sudah. Promosi dan peluncuran dilakukan sangat wah dengan harapan dapat menutupi kekurangan dari album ini. Banyak media dan kritikus yang akhirnya seperti melacurkan diri mereka untuk tidak terlalu pedas dan mendukung album ini sebagai pencitraan. Namun banyak juga yang tetap pedas bahkan seakan menginjak-injak reputasi Fin & Ara kepada khalayak ramai.

Sepertinya perahu Fin & Ara tengah oleng… dan sangat mungkin tenggelam.

Advertisements