Penulis : Michael Maccoby
Penerbit: Harvard Business School Press
Tahun : 2007

Dalam bab pendahuluan, penulis mencoba menjabarkan apa yang dimaksud dengan narcissist leaders dan perbedaannyya dengan obsessive leaders. Menurut penulis Narcissist Leaders adalah pemimpin yang ingin menciptakan permainan baru dan inovative, sementara Obseesive Leaders adalah pemimpin yang pandai dalam mengejar pesaing, memotong biaya, memecat orang dan memperbaiki sistem.
Contoh obsessive leaders adalah Jack Welch.
Contoh Narcissist Leaders adalah Steve Jobs, Larry Ellison, Howard Schultz, Oprah Winfrey, Abraham Lincoln, Roosevelt, Gandhi, Churchill.
Penulis juga menulis bahwa Narcissist Leaders dengan psikopat hampir memiliki kesamaan, namun psikopat lebih negatif, tanpa moral dan destruktif sementara Narcissist lebih produktif.
Berbeda dengan Collins dalam Good to Great yang menempatkan leader tipe 5 sebagai yang tertinggi, Maccoby tidak demikian, menurutnya tipe pemimpin mempunyai ciri khas masing-masing serta plus-minusnya dan bisa berfungsi dalam kondisi-kondisi dan organisasi yang berbeda.
Menariknya, Maccoby menekankan pentingnya System Thinking dari pemimpin. Menurutnya kebanyakan pemimpin di Amerika tidak memiliki kemampuan System Thinking yang baik sehingga mengakibatkan kemunduran organisasi. Ini terbukti dari mundurnya industri otomatif di Amerika.

Penulis menyebut narcissist sebagai orang-orang yang memiliki ciri “cenderung ingin mengubah dunia”. Narcissist sejati memiliki 2 ciri, yaitu:
1. Mengesampingkan pendapat orang lain ketika sudah mempercayai hal yang akan dilakukannya (negativistic, tertutup atau arogan); dan
2. Memiliki visi yang tepat tentang bagaimana suatu hal seharusnya (kadang sok tahu atau omong besar).
Mereka lebih terkesan sebagai buangan status quo dengan visi yang menarik.
Narcissist produktif adalah mereka yang mengubah dunia, memiliki karisma dan mampu membuat orang tertarik akan ide-idenya.

Tahukah anda tipe kepribadian anda? Penulis memberikan pertanyaan-pertanyaan berupa pilihan ganda yang bisa kita kerjakan untuk mengetahui tipe kepribadian kita. Mengetahui tipe kepribadian sendiri adalah penting sehingga kita tidak terjebak dalam tipe kepribadian yang diberikan orang lain kepada kita.

Freud membagi tipe kepribadian ke dalam 3 tipe, yaitu:
1. Erotic: yaitu orang yang baginya dicintai & mencintai itu penting. Tipe ini ingin dilihat sebagai tipe yg penolong & terkenal karena sifat baiknya. Biasanya mereka menjadi pemimpin yang berhasil pada bidang sosial atau perawatan.
Tipe erotic mendapatkan security dari orang-orang yang mencintai atau mendukung mereka.
2. Obsessive: yaitu tipe yang mengikuti aturan & konservatif. Penulis menyebut tipe ini sebagai sistematik. Contohnya adalah Warren Buffet, CEO Gillette Colman Mockler. Menurut penulis tipe inilah yang difokuskan oleh Jim Collins dalam bukunya Good to Great. Tiger Wood adalah salah satu contoh atlit yang obsessive, dimana dia selalu ingin ada keteraturan dalam latihan maupun pertandingan.
Penulis juga menyebutkan bahwa ada tipe yang merupakan gabungan dari obsessive dan narcissist seperti Herb Kelleher dari Southwest yang menggabungkan penghematan dan inovasi.
Tipe obsessive mendapatkan security pada perusahaan yang stabil atau figur bapak dalam perusahaan, menjadi ahli & reputasi.
3. Marketing: tipe adaptive, mementingkan jaringan. Contoh tipe ini adalah Puff Daddy, Fiorina dari HP, Madonna, Goerge W. Bush.
Tipe marketing mendapatkan security bergantung pada keahlian yang menjual, penampilan & jaringan.
4. Narcissist: tipe orang yang mempesonakan, mengesankan, mendobrak status quo & membawa perubahan.
Tipe narcissist mendapatkan security dari orang-orang dengan kesamaan visi yang dia rekrut sehingga dapat mengobati rasa terisolasi yang dialaminya.
Narcissist memiliki tujuan hidup, misi yang mengikat passion mereka untuk kemudian mengikat orang lain.
Kebanyakan tipe narcissist memiliki ibu yang dominan dalam masa kecilnya, sehingga tidak adanya dominasi ayah membuat mereka tidak memiliki figur yang memberikan mereka batasan atau ukuran.
Tipe narcissist menyelesaikan masalah dengan berbicara pada diri mereka sendiri.
Kekuatan dari narcissist yang produktif adalah:
1. Memiliki visi untuk mengubah dunia dan memberi arti.
Visi mereka bisa mengikat orang lain untuk menjalankannya juga. Mereka menjadi narcissist produktif ketika mereka bisa mengembangkan passion untuk mencapai sesuatu.
2. Pengambil resiko/pemikir independen
3.Passion
4. Karisma
5. Sangat gemar belajar
6. Pantang menyerah
7. Waspada akan ancaman
8. Sense of humor

Beberapa kelemahan dari Productive Narcissist adalah:
1. Tidak pernah mendengarkan orang lain
2. Sangat sensitif terhadap kritik
3. Paranoia atau takut berlebihan
4. Gampang marah
5. Terlalu kompetitif & mengontrol
6. Penyendiri
7. Melebih-lebihkan & suka berbohong
8. Tidak introspective
9. Terlalu membanggakan diri

5 unsur Kecerdasan Strategis yang dimiliki seorang Productive Narcissist adalah:
A. Keterampilan Kecerdasan Murni:
1. Foresight, yaitu kemampuan melihat trend di masa depan
2. System Thinking, yaitu kemampuan berpikir holistic terhadap tiap elemen dalam organisasinya

B. Keterampilan Membumi (real world skills)
1. Visioning, yaitu kemampuan menggabungkan foresight dan system thinking
2. Motivating, yaitu kemampuan memotivasi anggota organisasinya menuju visi yang telah ditentukan
3. Partnering, yaitu kemampuan membuat sekutu dengan pihak lain untuk mencapai visi organisasi

Yang menarik dari buku ini adalah, bagaiaman penulis memaparkan bagaimana cara menghapi pemimpin dengan tipe Productive Narcissist.

Jadi, jika anda memiliki atasan atau pemimpin dengan tipe ini, buku ini menjadi pantas untuk dibaca & dikoleksi.

Advertisements