Ada satu kata-kata kakak gw yang nempel dari rapat keluarga kemarin sore dan gw setuju dengan apa yang dia bilang.
Kakak gw ini, udah ngalamin yang namanya pahit karena bangkrut, selain itu dia juga ditinggalin banyak orang-orang yang saat itu dia bantu sebenarnya, tapi ya gitu manusia kadang-kandang.
Bisnisnya saat itu bangkrut, sebangkrut-bangkrutnya. Semua aset yang dia punya dia jual, bahkan masih harus jatuh-bangun karena ada sisa hutang yang harus dibayarkan. Kondisi berbalik drastis, dari yang tadinya mapan dan enak jadi nyaris Nol sama sekali. Bahkan sampai dia jual pakaian-pakaian dia hanya untuk bertahan hidup. Saat itu dia sudah punya istri dan 2 anak yang masih kecil.
Gw prihatin seperti anggota keluarga yang lain, but somehow entah gimana kakak gw ini terlihat selalu kuat. Yang gw heran dia gak pernah ngeluh soal kondisinya, termasuk istrinya, hmm gak salah dia pilih istri, salut gw sama kakak ipar gw itu.
Kemarin pas acara keluarga, gw senang, karena bisa lihat proses dia bangun lagi. Sekeluarga mereka datang pake kendaraan umum. Kakak gw tampak lebih segar dan anak-anaknya juga tampak lebih segar & sehat.
Di rapat kemarin, kakak gw bilang, “gak ada satupun yang bisa mengambil kebahagiaan seseorang selain dirinya sendiri”, “dalam keadaan apapun kita harus merasa bahagia, karena itu termasuk harta yang priceless. “Bukan uang yang bikin bahagia, tapi pikiran kita yang harus bahagia”.
Yang membahagiakan lagi, kakak gw udah mulai percaya diri untuk memulai bisnisnya lagi, dia sudah merencanakan come back-nya lagi. Kita semua turut mendukung & mendoakan, amin.
Gw bangga punya kakak-kakak yang kuat & menginspirasi seperti mereka. Gw juga semakin percaya firman Tuhan bahwa Tuhan tidak akan pernah memberikan beban yang tidak dapat ditanggung oleh umat-NYA.
Gw bangga dengan keluarga ini dengan segala permasalahannya.. We are the Survivor :).

Advertisements