Judul Buku: Passion & Purpose, stories from the best & brightest young business leaders
Penerbit: Harvard Business School Publishing Corporation
Tahun terbit: 2012

Buku ini, menurut pengakuan para penulis, adalah hasil “crowd source” atau kerja bareng & hasil riset yang mereka lakukan terhadap akademisi, praktisi & pelajar mengenai apa yang diingini generasi muda di masa depan atas profesi & pencapaiannya. Crowd source tersebut menghasilkan kesimpulan bahwa generasi muda membutuhkan “Passion & Purpose” untuk profesi & pencapaian mereka, selain itu terdapat 6 poin yang menjadi isu dasar yaitu:

1. Convergence
Di masa depan konvergensi antara sektor swasta, publik & nirlaba akan menjadi sesuatu yang lumrah. Jenis usaha sosial atau social enterprise akan diminati. Dalam bab ini akan dibahas juga contoh-contoh nyata dari orang-orang yang memiliki passion & purpose serta mengaplikasikan konvergensi sektor ini, termasuk meng-inisiasi terbentuknya social enterprise yang bisa berjalan berkelanjutan. Dalam bab ini juga dibahas pentingnya memiliki wawasan yang luas untuk bisa mengerti bidang lain di luar bidang yang telah digelutinya, atau istilah penulis adalah “Increasing Bandwidth”. Pemimpin sudah tidak bisa hanya menjadi generalis dan memilih tim dengan sekumpulan spesialis, tapi dia sendiri juga setidaknya harus memiliki spesialisasi di bidang-bidang yang dia pimpin.

2. Globalisasi
Bab ini menjadi menarik karena ada 4 contoh kasus dari para pemuda yang pernah sekolah & bekerja di luar negeri atau warga asing yang akhirnya kembali ke negerinya atau mengabdikan dirinya di negara lain dengan jiwa sosial yang luar biasa. Kebanyakan mereka menemukan hal lain di luar materi yang selama ini selalu identik dengan lulusan dan profesional yang bekerja di luar negeri.
Dalam bab ini disebutkan bahwa globalisasi justru dipergunakan oleh para pemuda untuk belajar, berkolaborasi & bekerjasama.
Yang menarik lagi dari penuturan para role model yang ada pada bab ini adalah bagaimana mereka melakukan asimilasi atas ilmu, metode dan budaya yang mereka bawa dari luar negeri dengan budaya & karakter dari masyarakat lokal dimana mereka akhirnya melabuhkan karir profesional mereka. Pembauran tersebut menjadi menarik, karena ternyata tidak 100% ilmu, metode & budaya yang mereka dapatkan di luar negeri cocok dengan kearifan lokal dan mereka pada akhirnya harus mau untuk melakulan penyesuaian-penyesuaian akan hal itu agar kedua kepentingan dapat terwujud. Disitulah makna kolaborasi & kerjasama terjadi dan bukannya memaksakan nilai-nilai yang dia inginkan sendiri.

3. People
Dalam bab ini para penulis mengetengahkan bagaimana keberagaman, baik dari segi ras, usia, agama, suku dan antargolongan, antar bangsa bahkan antar generasi menambah unik dan kuatnya suatu organisasi apabila dikelola dengan baik dan dijalankan dengan penuh toleransi dan saling menghargai keunikan masing-masing serta mengambil potensi, semangat dan kekuatan masing-masing sepanjang sejalan dengan visi-misi organisasi tersebut.

4. Sustainability/Keberlanjutan
Mengintegrasikan pemeliharaan & melindungi lingkungan tetap lestari serta keuntungan usaha nenjadi pilihan karir bagi generasi muda. Sustainability dilihat dari bagaimana sebuah organisasi perduli terhadap lingkungan. Perlindungan lingkungan ini menjadikan proses lebih efisien serta penggunaan biaya menjadi efektif.

5. Teknologi
Social media, konektifitas mobile & transportasi menjadi kunci persaingan di masa ini mendatang. Pihak yang bisa menghubungkan ketiganya akan memiliki daya saing atas pihak lainnya.
Catatan yang menarik dalam bab ini adalah bahwa Strategi Bisnis seharusnya mendikte teknologi mana yang akan digunakan & bukan sebaliknya. Dan dengan cepatnya perubahan teknologi, maka perusahaan perlu untuk dengan cepat menyesuaikannya.

6. Pembelajaran
Dalam bab ini ada 3 poin bagaimana kaum muda & sekolah bisnis memandang hal yang penting bagi pembelajaran di masa kini & nanti, dari sebelumnya hanya melulu mengenai keuntungan menjadi lebih kepada tujuan baik, yaitu:
1. Sekolah bisnis lebih memasukan peran yang lebih besar untuk memberikan pembelajaran tentang nilai-nilai, karakter & tujuan yang lebih baik/tinggi.
2. Sekolah bisnis memadukan teori & dunia nyata atau praktek.
3. Sekolah bisnis lebih fokus pada kemampuan interdisipliner dalam melihat sisi integratif dari bisnis.

Advertisements