Beberapa bulan lalu, temen gw ngenalin gw sama 2 pedagang, tukang bakso & tongseng. Dua2nya sama-sama enak & murah. Yang bakso fenomenal, cuman gerobak biasa, kalau jaualan hari-hari, jam 12 siang aja udah abis, bahkan kita musti mesen dulu lewat hp kalo gak mau keabisan, mantap. Yang tongseng, lebih fenomenal, jualan di tempat sepi, komplek perumahan gitu, tapi laku terus tiap hari, emang rejeki gak kemana. Keduanya berasal dari jawa, mereka jualan di tempat yang berbeda, tapi punya satu kesamaan.. Apa itu? Yaitu.. Mereka bisa libur gak jualan sama sekali & pulang ke kampung mereka antara 1-3 bulan. Bahkan yang tukang bakso mantap, sebelum puasa dia pulang kampung 1 minggu dan sebelum lebaran juga pulang kampung bisa 2-3 bulan.. Wow!!
Gw takjub sama mereka ini, sektor informal, kita biasa anggap mereka ini di bawah bahkan kadang seperti melecehkan. Buat kita mungkin kerjaan mereka ini indecent atau ya gak level sama kita yang berpendidikan tinggi & konon katanya intelektual. Tapi coba tuh.. Mana ada intelektual & pendidikan tinggi kayak kita bisa libur sampai 2-3 bulan? Itu libur luar biasa kayak orang-orang eropa atau amerika mendapatkan jatah liburan. Dan hebatnya, pendapatan mereka sangat bergantung pada hasil jualan harian. Dalam 2-3 bulan mereka libur, berarti kan gak dagang & dapat uang.. Jadi?! Mereka menabung atau menyisihkan pendapatan mereka agar tetap bisa menikmati liburan di kampung halaman selama 2-3 bulan itu.. Wow!! Luar biasa itu.
Hmmm.. Akhirnya bertanya sama diri.. Masa kalah Nggi sama mereka.. Punya kualitas hidup seperti itu.. Bahkan bisa santai 2-3 bulan berlibur dengan tanpa bekerja & masih punya uang?
Well.. Kehidupan mereka ini menginspirasi.. Terima kasih atas pelajarannya Tuhan, sudah dipertemukan dengan contoh hidup yang sederhana dari mereka berdua 🙂

Advertisements