Image

Judul Buku: How Nintendo Conquered America

Penulis: Jef Ryan

Penerbit: Portfolio/Penguin

Terbitan: 2011

Masih ingat dengan Super Mario Bros di tengah era 80’an. Orang-orang yang besar di masa itu tentu sangat mengenal dan punya banyak kenangan manis mengenai game tersebut. Buku ini menyajikan sejarah dari munculnya Super Mario berikut suksesnya menembus pasar Amerika yang saat itu di dominasi oleh Atari.

Penyampaian buku ini oleh penulisnya terlalu Amerika menurut saya, karena kurang enak dibaca dan banyak sekali “filler” hanya untuk memenuhi jumlah halaman buku serta menambah bab-bab yang menurut saya membingungkan. Tapi di luar dari itu, buku ini memang menampilkan sejarah yang cukup rinci mengenai hadirnya Nintendo sebagai produsen dari Super Mario serta bagaimana startegi mereka untuk merajai pasar games dunia dengn mengalahkan Amerika.

Total penjualan Super Mario adalah sebesar USD 12 Milyar, total ini melebihi penjualan franchise dari games terkenal lainnya seperti: Halo (USD 30 Milyar), Tomb Raider (USD 35 Milyar), Guitar Hero (USD 40 Milyar), Resident Evil (USD 43 Milyar) dan Madden (USD 85 Milyar).

Pencipta Super Mario, tokoh yang dicintai dunia dengan percampuran dari 3 kontinen, penemuan Asia, setting Amerika dan nama Eropa, adalah desainer Shigeru Miyamoto, milyarder Hiroshi Yamauchi dan Minoru Arakawa.

Nintendo semula didirikan oleh buyut Hiroshi, yaitu Fusajiro Yamauchi, awalnya adalah toko kartu warna gambar bunga pada tahun 1889 dengan nama hanafuda. Nama awal Nintendo adalah Nintendo Koppai, Nintendo berarti “Menyerahkan Keberuntungan kepada Tuhan” atau “Melakukan Apa yang Kita Bisa”, sebagai bentuk doa yang ada di dalam kartu tersebut.

Pada tahun 1949, di usia ke 21, Hiroshi mengambil tampuk bisnis Nintendo. Berbagai bisnis telah dicobanya, seperti beras, taksi, sewa “love hotel” per jam, namun ia berhasil menemukan kecocokan pada kartu dan mainan dengan menggunakan jaringan yang telah dimiliki sebelumnya pada bisnis kartu dan mainan.

Awal bisnis Nintendo bermula dari Game & Watch pada tahun 1980 dengan Ball sebagai game yang dimainkan. Sukses Game & Watch tidak bisa terlepas dari sukses Atari dengan Pong-nya di Amerika pada tahun 1972 hingg awal era 80’an. Kesuksesan ini kemudian membuat Nintendo melebarkan sayapnya ke Amerika, Minoru Arakawa, menantu Hiroshi, kemudian ditunjuk untuk mengembangkan bisnis Nintendo di Amerika.

Dipicu oleh sukses game Space Invader dari Atari, Nintento kemudian membuat game saingan dengan nama Radar Scope dan kembali berhasil menjadi game unggulan dari Nintendo. Namun sukses Radar Scope tidak berjalan lama, karena banyak vendor game mengeluhkan suara “beeping” dari game ini yang bisa membuat pemainnya migrain. Hal ini membuat penjualan Nintendo menurun, terutama di Amerika. Arakawa merasa harus merubah game yang sekarang dibuat Nintendo agar lebih memiliki nilai jual lagi.

Yamauchi kemudian merekrut staff artist bernama Shigeru Miyamoto, yang pada saat itu berusia 29 tahun. Untuk melengkapi ide gila Miyamoto dan merealisasikannya, Yamauchi kemudian merekrut Gunpei Yokoi yang berusia 10 tahun lebih tua dari Yamauchi dan lebih bijaksana. Miyamoto dan Yokoi seperti yin-yang, dimana Yokoi adalah orang yang optimis dan fokus pada apa yang bisa dilakukan, sementara Miyamoto lebih negative dan selalu terhambat pada batasan.

Yamauchi menginginkan game pengganti Radar Scope dengan latar belakang Popeye, kartun Popeye adalah kartun favorit Yamauchi, namun untuk mendapatkan lisensi atas Popeye akan memekan waktu sangat lama. Namun ide cerita Popeye tetap menginspirasi Miyamoto, cerita seorang lelaki yang menyelamatkan wanita impiannya dari lelaki besar jahat. Tokoh Bluto dalam Popeye menginspirasi Yamauchi untuk menciptakan tokoh gorila sebagai tokoh antagonis bagi game barunya. Kemudian dia namakan tokoh ini “Donkey Kong”, Donkey adalah terjemahan bebas dari Stubborn sebagai tokoh antagonis keras kepada.

Tokoh protagonis dari game ini tentu seorang lelaki, pada mulanya namanya adalah Jumpman Jump. Hingga akhirnya, Arakawa menamai tokoh ini dengan Mario, berasal dari nama pemilik gudang yang disewa Arakawa untuk menyimpan Nintendo di Tukwilla Amerika, lelaki berkumis bernama Mario Segale, yang dengan marah menagih uang sewa kepada Arakawa.

Berkaca pada pengalaman Radar Scope yang telah menimbulkan gangguan pada pemainnya karena suara “Beeping” yang dikeluarkannya, dan kebanyakan game pada masa itu tidak memakai musik apapun, maka Miyamoto memiliki ide untuk memasukkan unsur musik ke dalam game baru ini.

Donkey Kong kemudian segera menjadi game yang laku di pasaran Amerika pada saat itu dengan penjualan lebih dari USD 30 per hari.

Kesuksesan Donky Kong bukan tanpa rintangan, MC Universal melayangkan gugatan pada waktu itu kepada Nintendo karena menggunakan King Kong sebagai salah satu karakter milik MCA Universal. Pada mulanya Nintendo berniat untuk menyerah dan membayar royalty kepada MCA, namun Howard Lincoln, pengacara Nintendo di Amerika, setelah melakukan riset, mengetahui bahwa Donkey Kong adalah karakter yang berbeda dengan King Kong. Menurut Howard King Kong telah menjadi milik publik sejak filmnya beredar di tahun 1933. Hal ini Howard ketahui dari kasus yang juga dimenangkan oleh MCA Universal sendiri di tahun 1975 yang memenangkan MCA Universal pada saat itu dengan argumen yang sama. Akhirnya kasus dimenangkan oleh Nintendo  dan MCA harus membayar semua kerugian dan biaya yang telah dibayarkan Nintendo dan distributonya karena gugatan MCA tersebut.

Pada awal akhir 80’an, Miyamoto kembali berinovasi menciptakan tokoh Mario yang lain. Pada awalnya Maio adalah tukang kayu, namun berkat saran temannya, yang meyakinkan Miyamoto bahwa Mario lebih mirip tukang ledeng daripada tukang kayu, karena dia lebih sering berlari dan meloncat sementara tukang kayu tidak pernah melakukan itu. Ide Mario timbul dari game Pac-Man. Namun kali ini Mario akan berpetualang di saluran pipa kota dan akan menemui musuh-musuh seperti kepiting, kura-kura dan serangga. Game ini kemudian dinamai Mario Bros, yang kemudian memunculkan tokoh Luigi, yang berasal dari kata Jepang “Ruiji” yang artinya mirip, sebagai saudara dari Mario dalam mengarungi petualangan dalam game tersebut.

Kurang puas dengan Mario Bros, Miyaoto kembali berinovasi, menciptakan Super Mario Bros. Koji Kondo adalah salah seorang pencipta dari game Super Mario Bros dengan berkali-kali percobaan yang dilakukannya. Super Mario Bros kemudian menjadi game yang laku dan populer yang tidak hanya sekedar dimainkan tetapi juga dipelajari oleh para kompetitornya. Sejak dlincurkannya pada tahun 1986, Amerika telah membeli 3 juta Nintendo and 6 juta pada tahun berikutnya.

Inovasi demi inovasi terus dilakukan terhadap game Super Mario Bros, hingga muncul kemudian Super Mario Bros 2 dan 3. Sejak diluncurkan pada 12 Februari 1990, Super Mario Bros 3 telah mencetak penghasilan 18 juta kopi. Hingga kini Mario tetap menjadi ikon utama dari Nintendo.

Di uar dari game, inovasi juga selalu diciptakan oleh Nintendo, seperti halnya Game & Watch yang mulai menurun penjualannya pada era 1989, maka Nintendo pun menciptakan dan meluncurkan game sejenis yang lebih canggih yaitu Game Boy.

Pada era 1991, Nintendo dihadapkan pada lawan serius, yaitu Sega dengan game Sonic-nya. Sega dengan Sonic the Hedgehog benar-benar lawan serius untuk Mario, karena Sonic memiliki karakter yang berlatar belakang dengan Mario, Sonic lebih dinamik dan cepat. Untuk menyaingi Sega dan Sonic, maka Nintendo kemudian mengeluarkan permainan Tetris yang juga kemudian menjadi laku di pasaran. Namun hingga tahun 1993, Sega tetap memimpin dalam perolehan keuntungan dibandingkan Nintendo.

Pada tahun-tahun berikutnya Nintendo mendapatkan lawan-lawan yang serius, seperti Sony Playstation dan Microsoft Xbox. Hal ini terpaksa membuat Nintendo harus terus berinovasi dengan mengeluarkan Nintendo Game Cube dan kemudian Nintendo Wii. Yang menarik dari kemunculan Nintendo Wii adalah, Nintendo melihat bahwa sebetulnya penentu belanja dalam rumah tangga adalah kaum Ibu atau wanita, oleh karena itu Nintendo mencoba menarik kaum Ibu/wanita untuk juga bisa bermain game bersama anak dan ayahnya. Maka terciptalah Nintendo Wii, dengan stick yang mudah digunakan untuk semua anggota keluarga.

Kesuksesan selalu diikuti degan tantangan dan kompetisi, oleh karena itu Inovasi adalah kunci bagaimana Nintendo bisa mengalahkan Amerika.

Advertisements