Judul Buku: Kisah Hidup Utsman Ibn Affan
Penulis: Dr. Musthafa Murad
Penerbit: Zaman
Tahun: 2009

Utsman Ibn Affan adalah khalifah atau pemimpin utama umat Islam setelah Abu Bakar dan Umar Ibn Khattab. Beliau dijuluki “Dzunnurain” atau Sang Pemilik Dua Cahaya yang diberikan oleh Muhammad SAW karena keutamaannya menikah dengan dua putri Rasulullah SAW. Istri Utsman yang pertama adalah Ruqayyah r.a. yang kemudian meninggal karena sakit keras sehingga Utsman tidak ikut perang badar karena menjaga istrinya. Kemudian untuk menghiburnya Rasulullah SAW menikahkannya dengan putrinya yang lain yaitu Ummu Kultsum r.a.

Beliau lahir 6 tahun setelah Tahun Gajah, yaitu pada 47 sebelum hijriyah, di Taif, daerah paling subur di kawasan Hijaz.

Salah satu prestasi terbaiknya adalah menyatukan gaya bacaan (qira’ah) Al-Quran semua umat Islam. Ia menyusun mushaf Al-Quran sesuai dengan bacaan yang didaraskan Jibril kepada Rasulullah SAW di akhir hayatnya.

Salah satu sifat & keistimewaan Utsman yang paling dikenal adalah kedermawanannya. Salah satu contohnya adalah beliau lah yang membeli tanah untuk perluasan mesjid Rasulullah SAW di Madinah. Ia selalu berusaha membantu kesulitan yang dihadapi rakyatnya dan menghilangkan kesedihan mereka. Rajin menyambung tali silaturahmi, memuliakan tamu, memberi pekerjaan kepada orang fakir, membantu yang lemah, memberi kepada yang miskin dan berusaha menghindari kesulitan dari mereka. Kelembutan sikapnya senantiasa didahulukan ketika menghadapi berbagai persoalan.

Pada masa pemerintahannya, Rasulullah SAW sudah mengabarkan tentang musibah yang akan menimpa Utsman, yaitu pengepungan, embargo air dan makanan serta pembunuhan. Rekayasa yang direncanakan oleh kaum yahudi, terutama para pengikut Abdullah ibn Saba, seorang yahudi yang terkenal dengan sebutan Ibn al-Sawda.

Ekspedisi & Kodifikasi Al-Quran

Seperti kilafah sebelumnya, Utsman juga melakukan berbagai ekspedisi untuk meluaskan syiar Islam di wilayah-wilayah baru. Ekspedisi dan perluasan ini memunculkan situasi sosial yang tidak pernah terjadi sebelumnya. Salah satunya adalah munculnya berbagai perbedaan dalam qiraah Al-Quran akibat adanya perbedaan dialek dan tiap daerah mengikuti qiraah sahabat terkemuka. Hal ini berkembang menjadi persoalan pada aikdah dimana satu kelompok mulai saling menyalahkan kelompok yang lainnya. Hal inilah yang meng-inisiasi penyatuan mushaf Al-Quran.

Kodifikasi Al-Quran sudah 3 kali dilakukan, yaitu:
1. Masa Rasulullah SAW dengan penulisan ayat pada media tertentu, seperti tulang, batu, pelepah korma dll;
2. Masa Abu Bakar ash-Shiddiq, menyusun mushaf khusus dengan ayat yang sudah tersusun rapi. Hal ini akibat banyak penghapal Quran yang gugur di medan perang; dan
3. Masa Utsman.

Wilayah Penaklukan

Pada masa Utsman, perluasan wilayah mencakup: Azerbaijan, Armenia, Tabaristan, Persia, Syria, Qabrash, Tunisia dan wilayah Afrika lainnya.

Kritik Terhadap Utsman

Pada masa pemerintahannya, Utsman dikritik karena terlalu memprioritaskan keluarga dan kaum kerabatnya untuk menduduki berbagai jabatan pemerintahan, serta kebiasannya memberikan banyak anugerah dan hadiah kepada mereka. Selain mengundang kritik, hal ini mengundang berbagai pemberontakan. Namun, putusan Utsman selalu didasarkan pada kemampuan dan kepantasan dalam mengangkat seseorang.

Fitnah Besar

Pada tahun 32 Hijriyah, kritik dan fitnah semakin bergulir kencang terhadap Utsman. Penyebabnya adalah rancangan & strategi kaum Yahudi yang terorganisirr oleh Abdullah ibn Saba al Yahudi. Dia menyebar agennya untuk menimbulkan kekacauan dan huru hara dimana-mana. Dia memerintahkan para penjahat untuk berpura-pura menjadi Islam dan kemudian melakukan provokasi untuk menentang kilafah.

Kematian Utsman

Pada Jumat, Zulhijah, 35 Hijriyah, Utsman ibn Affan dibunuh oleh beberapa orang ketika beliau tengah membaca Al-Quran di dalam kamarnya dan meninggal sebagai Syuhada.

Advertisements