Judul buku: Focus. The hidden driver of excellence
Penulis: Daniel Goleman
Penerbit: Bloomsburry
Tahun: 2013

Buku ini terdiri dari 7 bab dan 260 halaman.

Dalam buku ini, Goleman memaparkan bahwa untuk dapat mencapai hasil, seorang pemimpin memerlukan 3 macam fokus, yaitu:
1. Inner fokus yang menghubungkan kita dengan intuisi, nilai pembimbing & keputusan yang baik.
2. Fokus penghubung dengan orang lain.
3. Fokus luar (outer) yang membimbing menuju Dunia luar.

Pada bab 1 & 2 dari buku, Goleman memaparkan mengenai inner focus yang berhubungan dengan otak & konsentrasi manusia.  Menurut Goleman, di Era banjirnya informasi seperti saat ini, konsentrasi adalah hal yang sangat sulit didapat. Manusia mengalami dua distraksi dalam melakukan sesuatu, yaitu distraksi sensori & emosional. Distraksi sensori adalah ketika kita membaca, maka hal- hal yang ada pada buku selain huruf & tulisan yang jadi distraksi, misal bagian kosong pada halaman. Sementara distraksi emosional adalah keadaan & suara sekitar pada saat kita membaca. Semakin kuat kita memilih perhatian kita, maka semakin kuat juga konsentrasi yang kita dapat.

Menurut Goleman, perhatian yang berlebihan juga tidak baik, karena akan mengerdirkan kontrol mental. Hal ini bisa kita alami ketika kita sangat stress & lelah, hingga bisa lupa nama orang yang kita kenal atau hal penting lainnya.

Pikiran kota selalu berkelana atau mind wandering dalam setiap beberapa detik, hal ini akan mengganggu konsentrasi. Agar bisa fokus kembali, menurut penilitian, hal terbaik yang dilakukan adalah dengan mencari udara segar & melihat Alam atau tanaman hijau di Taman serta hindari kebisingan. Dalam 5-10 menit saja akan mengembalikan fokus kita kembali. Bagi seniman, seringnya mind wandering malah diperlukan untuk membuat karya mereka lebih baik. Namun, dalam keadaan kita merasa bosan atau terlalu terbiasa dengan rutinitas, maka ada baiknya kita biarkan mind wandering ini.

Pada bab 3-5, Goleman memaparkan mengenai fokus kedua, yaitu fokus penghubung dengan orang lain. Hal pertama yang dibahas adalah mengenai “mendengar”. Studi membuktikan bahwa ketika seseorang mendengarkan orang lain bercerita, otak pendengar menjadi dua kali lebih intim dengan si pencerita. Pola otak pendengar akan mengikuti pola pencerita secara tepat walau ada jeda beberapa detik. Kemampuan mendengar akan berhubungan dengan empati dan empati sangat bermanfaat dalam berhubungan dengan orang lain.

Organisasi yang beranggotakan orang dari berbagai latar, terutama berhubungan dengan ekonomi global, membutuhkan sensitifitas khusus terhadap norma-norma implisit. Semakin perduli kita terhadap orang, semakin besar perhatian kita curahkan dan sebaliknya. Keperdulian terhubung dengan cinta.

Penulis memberikan beberapa cara untuk dapat memperoleh kesadaran pikiran & fokus, seperti:
1. Tetap tenang dan positif; dan
2. Sering melakukan refleksi diri.

Pada bab 6-7, Goleman Penerbit membahas mengenai Outer Fokus, fokus penghubung dengan pihak luar.
Untuk dapat memimpin secara peduli, diperlukan tiga elemen seperti; memfokuskan perhatian kita, kemudian mendapatkan dan mempertahankan perhatian dari yang lain lalu pekerja dan rekan, serta pelanggan atau rekan.
Jadilah pemimpin yang menginspirasi  sehingga dapat mengartikulasikan shared values yang dapat beresonansi dengan dan memotivasi grup. Pemimpin yang menginspirasi menyelaraskan realitas emosi dalam dirinya dengan mereka yang akan kita tuju dengan terinspirasi. Inilah unsur-unsur dari kecerdasan emosional.

Pemimpin yang menginspirasi harus bisa memiliki hubungan yang baik, tidak hanya dengan pemimpin formal, namun juga dengan pemimpin informal yang memiliki daya pengaruh terhadap orang lain.

Pemimpin terbaik tidak hanya puas dengan sistem yang ada, tetapi bagaimana mereka memiliki visi untuk memperbaikinya demi keuntungan orang banyak.

“If you manage yourself better, you will influence better”

Advertisements